Menko Airlangga Berharap Produksi Jagung Hibrida Bisa Ditingkatkan

Rabu, 03 Agustus 2022 – 11:11 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penyediaan bibit unggul jagung hibrida Kementerian Pertanian (Kementan). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penyediaan bibit unggul jagung hibrida Kementerian Pertanian (Kementan) mampu memproduksi hingga 13,7 ton perhektare.

Menurut Menko, penanaman jagung harus dimaksimalkan baik di lahan intensifikasi maupun ekstensifikasi.

BACA JUGA: Kementan Siapkan Strategi Jitu untuk Penuhi Kebutuhan Gula Nasional

Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas, Senin (1/8).

"Saat ini ada 14 varietas unggul antara lain Pertiwi 3, F1 PC, NK, Perkasa, Singa, Bima, Dahsyat, dan P36," katanya.

BACA JUGA: Begini Strategi Kementan Untuk Meningkatkan Produksi Gula Konsumsi

Airlangga menyampaikan bahwa saat ini harga jagung di pasar global mencapai 335 US$ per ton atau setara dengan hitungan Rp 5000 perkilo.

Karena itu, dia berharap produksi jagung bisa ditingkatkan di sejumlah daerah.

BACA JUGA: KSP Moeldoko Dorong Kementan Kembangkan Pangan Lokal, Ini Alasannya

"Yang pasti Bapak Presiden memberi perhatian pada penggunaan alaintan baik dryer mapun alat lainya," ujar Menko Airlangga.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) siap melaksanakan perintah Presiden Joko Widodo dalam melakukan penanaman jagung di wilayah Papua Barat, NTT, Maluku Utara, dan Kalimantan Utara.

Diketahui, total luas area yang ditanam nantinya mencapai 141.000 hektare dan 86.000 di antaranya merupakan lahan baru.

"Kami dapat kepastian dari bapak presiden untuk melakukan upaya-upaya peningkatan produksi dari hulu, pascapanen sampai dengan offteker atau marketnya," ujarnya.

Mentan mengatakan semua lahan intensifikasi maupun lahan ekstensifikasi harus dilakukan pengolahan secara maksimal.

Kementan, kata dia siap menyiapkan berbagai perlengkapan seperti mesin dryer dan, alat tanam maupun alat panen lainya.

"Sehingga toksin dan lain-lain bisa dikurangi sampai kadar air yang tadinya di atas 20 bisa jadi 14," katanya.

Sejauh ini, kata Mentan SYL, produksi jagung nasional menunjukan perkembangan yang cukup bagus.

Dia bahkan di tiga tahun terakhir Indonesia mampu mencukupi kebutuhannya sendiri.

Jadi bukan hanya beras yang sudah sukses tidak impor, melainkan jagung juga tidak impor.

"Saya ingin sampaikan bahwa bukan hanya beras sebenarnya sudah tidak impor, tetapi juga jagung," sebutnya. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kementan-Forkopimda Sanggau Siap Jaga Pangan untuk Masa Depan


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler