Menko PMK Temui Syekh Besar Al-Azhar Kairo, Ini Hasilnya

Jumat, 27 April 2018 – 13:47 WIB
Menko PMK Puan Maharani bersama Syekh Besar Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Mohamed al-Tayeb di Kairo, Mesir, Kamis (26/4). Foto: kemenkopmk.go.id

jpnn.com, KAIRO - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani sedang melakukan kunjungan kerja di Mesir. Salah satu agenda dalam kunjungan kerja Puan adalah bertemu Syekh Besar Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Mohamed al-Tayeb di Kairo, Kamis (26/4).

Agenda dalam pertemuan antara Puan dengan Syekh Ahmad al-Tayeb adalah membicarakan upaya meminimalkan penyebaran paham radikal. Upaya yang ditempuh adalah menghasilkan dai-dai yang menyebarkan Islam moderat.

BACA JUGA: Bergotong Royong demi Kekhusyukan Jemaah Haji RI

"Pemerintah ingin mengembangkan kurikulum Islam yang moderat di Indonesia yang dimulai sejak SD hingga perguruan tinggi. Al Azhar bisa berperan aktif dalam pengembangan kurikulum tersebut," ujar Puan sebagaimana siaran pers Kemenko PMK.

Puan dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasinya atas komitmen Universitas Al Azhar Kairo mengirim pengajar dai ke Indonesia dan menyediakan beasiswa untuk para ustaz. Saat ini jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang belajar di Universitas Al Azhar Kairo mencapai 4.600 mahasiswa.

BACA JUGA: Pemerintah Pastikan Pemondokan Haji RI dekat Masjid Nabawi

Karena itu Puan juga menyampaikan rasa bangganya. “Banyak alumni Al Azhar menjadi tokoh masyarakat saat kembali ke Indonesia,” ujar Puan yang didampingi didampingi Dubes RI untuk Mesir, Helmy Fauzy dan Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK R. Agus Sartono.

Puan juga menyampaikan undangan untuk Syeikh Ahmad al-Tayeb untuk berkontribusi dalam pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Pemerintah RI akan membangun universitas yang bakal mengembangkan Islam moderat itu di lahan seluas 142,5 hektare di Depok, Jawa Barat.

BACA JUGA: PDIP Prioritaskan Puan Maharani Jadi Cawapres Jokowi

Menurut Puan, UIII akan membutuhkan tenaga pengajar yang kompeten sehingga pemerintah membuka peluang melakukan kerja sama dengan para ulama untuk ikut mengembangkannya. Pemerintah, lanjutnya, mengharapkan universitas itu menjadi pusat kajian Islam internasional dan tempat mempelajari peradaban Islam bagi mahasiswa dari dalam dan luar negeri.

Sedangkan Syeikh Ahmad al-Tayeb menyinggung tentang pentingnya memantai mahasiswa agar terhindar dari pengaruh kelompok radikal yang menyimpang. Saat ini terdapat 607 mahasiswa asal Indonesia yang tinggal di luar asrama Universitas Al Azhar.

"Hal ini penting untuk memantau mahasiswa agar tidak terpengaruh kelompok-kelompok yang tidak jelas," ujar Syeikh Ahmad al-Tayeb.

Terkait undangan untuk berkontribusi terhadap UIII, Syeikh Ahmad al-Tayeb menyatakan, Universitas Al Azhar siap mengirim dosen-dosennya. "Insyaallah Al Azhar siap mengirim dosen ikut mengajar di UIII agar cepat berkembang,” tuturnya.

Syeikh Ahmad al-Tayeb juga mengaku senang karena bertemu Puan yang notabene cucu Proklamator RI Bung Karno. Puan juga membawa undangan dari Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk Syeikh Ahmad al-Tayeb untuk menghadiri High Level Consultation of World Muslim Scholars on Wasatiyat al-Islam (HLC-WMS) di Bogor pada 1-3 Mei 2018.

"Saya sangat bahagia karena Ibu Menko berkenan hadir. Terima kasih atas undangan Presiden RI untuk hadir dalam pertemuan di Jakarta dan terima kasih juga atas undangan Ibu Megawati.”

Universitas Al Azhar Kairo pernah memberikan gelar doktor kehormatan kepada Bung Karno. Gelar itu juga sebagai penghormatan atas hubungan kerja sama Indonesia dengan Mesir.

Syeikh Ahmad al-Tayeb lantas menceritakan pengetahuannya tentang Bung Karno. "Saya sangat mengenal Bung Karno sejak sekolah di SMA dan saya senang sekali hari ini bisa ketemu dengan cucu Bung Karno. Kita tahu bahwa Sukarno sebagai inisiator KTT Asia Afrika di Bandung," tuturnya.(jpg/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pesan Menko PMK untuk Perempuan Indonesia di Hari Kartini


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler