Pemerintah Pastikan Pemondokan Haji RI dekat Masjid Nabawi

Menko PMK Tegaskan Komitmen Presiden Jokowi Layani Umat Islam

Minggu, 22 April 2018 – 18:08 WIB
Menko PMK Puan Maharani (Tengah) bersama Menkes Nila F Moeloek (kanan) dan Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel saat meninjau calon lokasi pemondokan haji di Madinah, Sabtu (21/4). Foto: Kemenko PMK for JPNN

jpnn.com, MADINAH - Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. Salah satunya adalah menempatkan para jemaah haji asal tanah air di area markaziah atau pemondokan yang berdekatan dengan Masjid Nabawi di Madinah.

Dalam rangka memastikan itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani meninjau langsung fasilitas pemondokan jemaah haji Indonesia di Madinah, Sabtu (21/4). Salah satu yang ditinjau Puan adalah hotel Taiba Arac Suites.

BACA JUGA: PDIP Prioritaskan Puan Maharani Jadi Cawapres Jokowi

Cucu Proklamator RI Bung Karno itu disambut langsung oleh pemilik Taiba Arac Suites, Ali Gaballah yang didampingi Mahmoud Khalil selaku general manager di hotel berkapasitas 3.300 jemaah haji itu. Puan yang didampingi Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek menilai pemondokan yang sangat dekat dengan Masjid Nabawi itu representatif bagi jemaah haji Indonesia.

"Pemerintah terus melayani umat, calon jemaah haji Indonesia dengan sebaik-baiknya. Saya melihat langsung pemondokan yang disiapkan di Madinah, fasilitasnya sangat bagus dan persis di depan Masjid Nabawi" ujar Puan.

BACA JUGA: Pesan Menko PMK untuk Perempuan Indonesia di Hari Kartini


Menko PMK Puan Maharani dan Menkes Nila F Moeloek di depan hotel Taiba Arac Suites yang akan menjadi lokasi pemondokan haji bagi jemaah asal Indonesia.

Lebih lanjut Puan mengatakan, seluruh jemaah haji Indonesia pada 2018 ini akan menempati pemondokan di hotel-hotel yang berdekatan dengan Masjid Nabawi. "Ini bentuk kepedulian pemerintahan Presiden Joko Widodo menyediakan fasilitas pemondokan dekat dengan Masjid Nabawi agar jemaah haji bisa lebih khusyuk beribadah," tegasnya.

BACA JUGA: Penambahan Hari Libur Lebaran Bakal Berefek Positif Banget

Saat ini, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sedang dalam proses negosiasi dengan 32 hotel di sekitar Masjid Nabawi untuk pelayanan haji tahun 2018. Seiring terbentuknya Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), pemerintah memiliki rencana besar pada masa yang akan datang agar pelayanan haji Indonesia bisa terpusat pada satu area.

Selain mengunjungi hotel yang akan menjadi lokasi pemondokan, Puan dan rombongan juga meninjau Kantor Kesehatan Haji Indonesia. Tujuannya memastikan sarana dan prasarana kesehatan jemaah haji Indonesia memadai.

Dalam kesempatan itu, Puan meminta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menempatkan kantor kesehatan tersebut di dekat lokasi pemondokan. Dia juga mewanti-wanti seluruh petugas kesehatan memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.

"Saya minta fasilitas kesehatan Indonesia siap memberikan pelayanan yang terbaik bagi jemaah haji Indonesia. Siapkan dokter-dokter spesialis dari Indonesia,” ucap Puan.

Usai meninjau lokasi pemondokan dan kantor pelayanan kesehatan untuk jemaah haji Indonesia, Puan memimpin rapat koordinasi yang dihadiri Menkes Nila F Moeleok, Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono, serta Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Nizar Aly. Puan dalam rakor itu menyinggung pentingnya memangkas antrean di imigrasi ketika jemaah haji Indonesia tiba di Arab Saudi.

Menurutnya, perlu pendekatan ke pemerintah Kerajaan Arab Saudi agar menyediakan pelayanan khusus imigrasi bagi jemaah haji Indonesia. “Sehingga calon jemaah haji Indonesia tak kelelahan sebelum menunaikan ibadahnya," tegasnya.

Selain itu, Puan meminta Ditjen PHU Kemenag mengkaji kemungkinan untuk membangun hotel sendiri untuk jemaah dari Indonesia. Dia meyakini hotel itu akan sangat berguna termasuk saat di luar musim haji.

"Dengan jumlah jemaah haji 221.000 orang per tahun, misalnya bisa dibangun beberapa hotel yang dapat menampung 25.000 jemaah. Di luar musim haji, hotel tersebut bisa ditawarkan kepada penyelenggara umrah," paparnya.(jpg/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Calon Jemaah Haji Meninggal Boleh Digantikan Keluarga


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler