Menpan Kembali Minta Daerah Selektif Ajukan Kuota CPNS

Selasa, 07 Juni 2011 – 16:11 WIB
JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan & RB) EE Mangindaan meminta kepala daerah agar selektif saat mengajukan formasi dan kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)Karena menurutnya, banyak usulan dari daerah itu yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan.

"Karena saat ini kita terus lakukan reformasi

BACA JUGA: Terduga Pembajak Situs Polri Ditangkap

Kita harus restrukturisasi dulu, apakah benar sekian ribu dibutuhkan di suatu instansi, lalu butuh sekian ribu di kabupaten/kota? Itulah yang sedang saya minta, agar jangan asal-asal ajukan ajukan saja," katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/6).

Untuk kuota tahun 2011, jumlah kuota CPNS kata Mangindaan, tidak akan jauh berbeda dengan kuota tahun 2010
Hanya saja, jatah untuk (kalangan) honorer menjadi PNS, akan dikurangi sekitar 300 ribu

BACA JUGA: KY Telusuri Laporan Gus Choi dan Lily

Karena jumlah PNS yang masuk usia pensiun sekitar 160-170 ribu orang.

Saat menyusun kuota CPNS, Mangindaan meminta kepada daerah benar-benar mengusulkan sesuai kebutuhan
Khususnya pada daerah-daerah hasil pemekaran, yang masih membutuhkan banyak sumber daya manusia guna mengelola pemerintahan

BACA JUGA: Mangindaan: Hormatilah Orang yang Lagi Sakit

"Saya bilang ke bupati, jangan ajukan sembarangan ke sayaSaya akan tahu formasinya berapaJangan tiba-tiba berlebihApabila sudah berlebih, aturlah dulu yang ada itu," tegas Mangindaan.

Khusus untuk CPNS tenaga pendidikan atau guru, Kemenpan kata Mangindaan, akan meminta peran aktif dari Kementerian PendidikanHal ini penting guna menyeleksi pemerataan guru sesuai dengan bidang ilmu yang dibutuhkan.

"Saya sudah minta bidangnyaSaya tinggal menungguPak Mendiknas juga saya minta tolong menangani masalah iniTolong disesuaikan dengan bidang yang dimintaSaya lihat, tenaga administrasi di daerah sudah terlalu banyak, sementara guru tidak ada," kata Mangindaan(afz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Syarifuddin Jalani Pemeriksaan Perdana


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler