Menristek Bambang: BSN Catat Sejarah Baru dalam Pembangunan Infrastruktur Mutu

Kamis, 05 November 2020 – 11:00 WIB
Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro dalam rangkaian peresmian gedung laboratorium SNSU. Foto Humas BSN

jpnn.com, JAKARTA - Meskipun masih dalam suasana Pandemi COVID-19, Badan Standardisasi Nasional (BSN) mencatatkan sejarah baru di bidang infrastruktur mutu melalui peresmian Gedung Laboratorium  Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU).

Menurut Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Gedung Laboratorium SNSU menjadi sejarah pembangunan infrastruktur mutu di Indonesia yang secara tidak langsung akan mendukung peningkatan daya saing nasional.

BACA JUGA: BSN Pastikan Bulan Mutu Nasional Dilakukan Daring

“BSN berkontribusi dalam percepatan penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Ini ditandai dengan diresmikannya Gedung Laboratorium SNSU,” ujar Menteri Bambang saat meresmikan Gedung Laboratorium SNSU dalam momentum acara puncak peringatan Bulan Mutu Nasional (BMN) 2020, Selasa (4/11).

Keberadaan Laboratorium SNSU ini akan melengkapi keberadaan laboratorium acuan pengukuran dan kalibrasi yang sudah ada, yang akan memperkuat ketertelusuran pengukuran kita dengan standar satuan internasional. 

BACA JUGA: Bambang Brodjonegoro Apresiasi Kolaborasi ITB dan Pertamina

“Hal ini juga akan memperkuat dukungan untuk penanganan COVID-19 dan juga peningkatan kualitas produk-produk kita,” ujar Menteri Bambang. 

Dengan adanya laboratorium SNSU, juga akan meningkatkan kualitas ketertelusuran hasil pengukuran khususnya di bidang kimia dan biologi serta sektor kesehatan, yang selama ini masih banyak tergantung kepada negara lain. Hal ini sekaligus memperkuat standardardisasi, riset dan inovasi di bidang bidang kesehatan.

BACA JUGA: Mahfud MD Membandingkan Habib Rizieq dengan Khomeini

Kepala BSN Kukuh S. Achmad, pada kesempatan sama menambahkan, Laboratorium SNSU memiliki peran strategis sebagai acuan nasional dalam kegiatan kalibrasi yang dilakukan oleh laboratorium-laboratorium kalibrasi di seluruh wilayah Indonesia.

Saat ini ada 370 laboratorium kalibrasi terakreditasi. 

Dijelaskannya, pengelolaan SNSU dilakukan dengan menerapkan dan mengacu pada persyaratan-persyaratan yang berlaku secara internasional.

Ini agar hasil dari pengukuran dan kalibrasi yang dilakukan bisa diakui secara internasional melalui perjanjian saling pengakuan yang difasilitasi organisasi metrologi internasional yaitu Bureau International de Poids et Mesures (BIPM) atau biro internasional untuk ukuran dan timbangan yang bermarkas di Paris, Perancis.

Sampai saat ini, pengelolaan SNSU di Indonesia telah mendapatkan pengakuan internasional untuk 140 kemampuan pengukuran dan kalibrasi yang meliputi 7 bidang.

Di antaranya pengukuran dan kalibrasi panjang, massa, kelistrikan dan waktu, suhu, fotometri dan radiometri, akustik dan vibrasi, dan kimia.

Juga mendukung berbagai sektor pembangunan dan kehidupan seperti perdagangan, perindustrian, kesehatan, transportasi, energi, lingkungan dan pengembangan ilmu pengetahuan teknologi serta inovasi nasional. (esy/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler