Mensos Khofifah Sebut Tambahan PKH Aceh 227 Ribu Peserta

Sabtu, 30 September 2017 – 03:35 WIB
Khofifah Indar Parawansa. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, ACEH - Pemerintah meyakini Program Keluarga Harapan (PKH) efektif mengurangi kemiskinan dan kesenjangan secara umum.

Berdasarkan itu penerima PKH dan dana PKH akan ditambah.

BACA JUGA: Aceh Dapat Hibah Tiga Pesawat Patroli dari YLI

"Secara nasional ada penambahan penerima PKH dari 6 juta menjadi 10 juta, dari tambahan baru di distribusikan ke seluruh wilayah Indonesia sesuai proporsi dari data kemiskinan yang dimiliki BPS hasil dari Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) tahun 2015," kata Mensos Khofifah Indar Parawansa di Banda Aceh, Jumat (29/9).

Menurutnya, proses validasi melalui PBDT tersebut di Aceh akan ada tambahan penerima PKH baru 227 ribu peserta. Dari jumlah itu, 150 persen meningkat dari saat ini 153 ribu penerima. Efeknya pemerintah akan menambah pendamping PKH dari 600 menjadi 700 lebih.

BACA JUGA: Wagub Laporkan Pungli di Perbatasan Aceh ke Menko Darmin

"Minggu ke dua Oktober akan ada proses rekrutmen PKH, sehingga nanti di Aceh akan ada juga penambahan pendamping PKH 1300 untuk didistribusikannya ke Kabupaten Kota dalam Provinsi Aceh," jelas Mensos.

Selain itu, ada kompensasi rasta ke bantuan pangan, kempensasi rasta ke pangan tersebut akan dilakukan di lima kota dan di tiga kabupaten di Aceh. Sedangkan tahun depan, 98 Kota dan 118 Kabupaten se-Indonesia juga akan menerima bantuan pangan. Dari jumlah tersebut termasuk Aceh Tengah, Kabupaten Aceh barat Daya dan Kabupaten Tamiang.

BACA JUGA: Ketika Ketua MPR Menghibur Santri Korban Konflik Aceh

"Bantuan pangan itu akan top up tiap bulan Rp110 ribu. Penerimanya tidak boleh ambil tunai, penerima hanya dapat mengambil dalam bentuk natural, seperti beras, telur, gula dan minyak goreng. Pengambilannya kapan saja tergantung kebutuhan, karena sifatnya tidak hangus," jelasnya.

Barang itu dapat diambil di e-warung, Rumah Pangan Kita (RPK) atau agen himbara yang punya toko sembako. "Mungkin saat ini sedang dipetakan supaya lima kota dan tiga kabupaten di Aceh yang akan mengalami konversi dari rastra ke bantuan pangan relatif sudah mengetahui, karena pemetaan sebelumnya sudah dilakukan di Jakarta," tutur Khofifah.

Kategori penerimaan PKH tetap masih menggunakan BDT dari 40 persen status sosial ekonomi rendah dan 25 persennya menerima rastra, kemudian 11 persen terima PKH. Tahun depan akan meningkat lagi dari 11 persen menjadi 15,6 persen terima PKH.

Sebagaimana diketahui, tujuan PKH diluncurkan tak hanya untuk mengurangi beban keluarga miskin. Namun progam ini juga untuk meningkatkan taraf hidup keluarga penerima PKH melalui akses layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

PKH Telah Membantu Puluhan Ribu Keluarga

Sementara Asisten II, Syaiba Ibrahim menyebutkan Pemerintah Aceh bersyukur dengan adanya program PKH. "Program ini tentu semakin memperkuat upaya kita bersama dalam menga tasi berbagai tantangan di bidang kesejahteraan sosial," kata Syaiba.

Ia juga menjelaskan, progam ini sudah ada di Aceh sejak tahun 2008, dan setelah beberapa tahun pelaksanaan di seluruh kabupaten/kota, PKH telah membantu puluhan ribu keluarga sangat miskin yang tersebar di berbagai wilayah Aceh.

"Harapan kita, semoga pada tahun ini, dan tahun-tahun mendatang, PKH bisa berjalan lebih maksimal lagi agar lebih banyak keluarga miskin yang terbantu," papar Asisten II itu.

Syaiba mengakui PKH tidak terlepas dari berbagai kritik maupun kendala, baik dari desain program maupun pada saat pelaksanaannya. Karena itu, penyempurnaan mekanisme pelaksanaan PKH menjadi tanggung bersama untuk menjadikan program ini menjadi lebih baik di masa mendatang.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga mengharapkan agar Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Sosial, dapat terus memberikan perhatian dan dukungan, bagi pelaksanaan dan pengembangan program-program kesejahteraan sosial di Aceh. (mag-71/mai)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 334 Anggota TAGANA Bantu Pengungsi Gunung Agung


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler