Menteri Pertanian Australia Barnaby Joyce memulai kunjungan kerjanya di Jakarta, Selasa (6/10/2015), dengan misi memberi jaminan pasokan sapi Australia dengan harga terjangkau. Secara praktis, Menteri Barnaby Joyce mendorong pemerintah Indonesia memberlakukan sistem kuota tahunan dalam impor sapi.

Menteri Joyce merupakn menteri ketiga dari Australia yang berkunjung ke Indonesia dalam dua bulan terakhir, menunjukkan semakin membaiknya hubungan kedua negara terutama di sektor perdagangan.

BACA JUGA: Inspirasi Berbisnis dari Jaringan Investor Perempuan di Australia


Menteri Pertanian Barnaby Joyce berkunjung ke Jakarta guna memastikan ketersediaan pasokan sapi Australia. (Foto: Facebook/Barnaby Joyce)

 

BACA JUGA: Investor Asia Ramai Incar Sektor Agribisnis Australia

Tujuan kunjungan ini, kata Menteri Joyce, guna memberi jaminan kepada pihak Indonesia mengenai ketersediaan pasokan sapi Australia.

"Selain itu juga menjamin keterjangkauan harga daging sapi di pasaran di Jakarta sehingga masyarakat Indonesia senang dengan harga yang terjangkau bagi kebutuhan protein mereka," katanya.

BACA JUGA: Pentingnya Mengelola Kemampuan Kontrol Diri

Menteri Joyce akan melanjutkan upaya yang dilakukan Menteri Perdagangan Andrew Robb yang sebelumnya juga datang ke Jakarta melobi perlunya sistem kuota tahunan dalam impor sapi.

Selama ini Pemerintah Indonesia melanjutkan tradisi pemerintahan sebelumnya yang memberlakukan sistem kuota tiap tiga bulan (kuartal) dalam impor sapi. Akibatnya, harga daging sapi terkadang melonjak tajam di saat-saat tertentu, dengan para spekulan berdalih kurangnya ketersediaan pasokan.

Sebagai contoh, ketika Pemerintah Indonesia mengurangi kuota impor sapi Australia menjadi 50 ribu ekor saja untuk Kuartal III Juli-September 2015 lalu, harga daging di pasaran langsung naik.

Kini, harga kiloan daging sapi diperkirakan lebih stabil setelah pada Kuartal IV Oktober-Desember 2015 Pemerintah Indonesia menetapkan kuota impor sapi sebesar 250 ribu ekor.

Pemerintah Indonesia menyatakan tetap melihat kemungkinan impor sapi dari negara-negara lain di luar Australia, namun isu mengenai kesehatan ternak menjadi kendala utama.

Sebaliknya, Pemerintah Australia juga menyatakan ingin terus mengembangkan negara tujuan ekspor sapinya selain Indonesia.

"Tentu saja saya ingin agar pasar ternak sapi Australia bertambah. Tapi Indonesia merupakan pasar paling penting bagi kami, makanya wajib bagi saya untuk datang langsung dan mencari tahu apa yang bisa saya lakukan guna meningkatkan perdagangan kita," papar Menteri Joyce.

Hari Selasa Menteri Joyce dijadwalkan mengunjungi rumah potong hewan (RPH) di Bogor. Selain itu, dia juga dijadwalkan bertemu dengan menteri terkait di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, Mentan Barnaby Joyce juga akan membahas mengenai ekspor gandum Australia ke Indonesia.

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lebih Dari 10 Ribu Anak Australia Alami Bullying

Berita Terkait