Mentan SYL Komitmen Indonesia jadi Pionir Model Pertanian Inovatif di Asia Pasifik

Jumat, 11 Maret 2022 – 23:16 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo. Foto: Dok Kementan.

jpnn.com, BANGLADESH - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan komitmen Indonesia untuk terus bersinergi dengan mitra pembangunan internasional untuk membangun model pertanian inovatif.

Langlah itu dilakukan agar bisa menjadi acuan bagi negara-negara utama di kawasan Asia Pasifik.

BACA JUGA: Kementan: Peternak Jatim Pastikan Stok Sapi Aman

Hal ini disampaikan Mentan saat menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri (Ministerial Meeting) Konferensi Regional FAO untuk Asia Pasifik (APRC) ke-36 secara virtual, Jumat (11/3).

“Meningkatkan kerja sama antar negara dan menegaskan kesiapan Indonesia untuk memberikan bantuan teknis melalui kerangka kerja sama selatan-selatan dan triangular (KSST) yang diperkuat Indonesia melalui Nota Kesepahaman KSST pada 2021 lalu,” kata Mentan.

BACA JUGA: Mentan SYL: Penyaluran KUR Alsintan Harus Tepat Sasaran

Dalam pertemuan ini turut hadir, Direktur Jenderal FAO, Menteri Pertanian perwakilan 42 negara anggota Asia Pasifik, 76 observers yang mewakili perwakilan organisasi internasional, dan LSM.

Mentan menyampaikan prioritas nasional dan regional Indonesia di sektor pertanian di antaranya upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat melalui program Food Estate, transformasi digitalisasi pertanian, pembangunan kapasitas petani milenial, dan agripreneurs.

BACA JUGA: Mentan SYL Tinjau Ketersediaan Sapi Siap Potong di Deli Serdang, Aman

“Sektor pertanian Indonesia dalam kondisi pandemi mampu memenuhi permintaan konsumsi masyarakat sehingga stabilitas harga terjaga,” ujar Mentan SYL-panggilan akrab-.

Lebih lanjut, Mentan menegaskan terkait 3 isu prioritas yang diusung Keketuaan Indonesia pada Kelompok Kerja Pertanian G20 tahun ini, yaitu membangun sistem pangan dan pertanian yang tangguh dan berkelanjutan.

Kemudian mendorong terciptanya perdagangan lintas negara yang terbuka dan dapat diprediksi, dan membangun kewirausahaan pertanian dan digitalisasi.

Ketiga prioritas ini, ungkap Mentan, akan berkontribusi dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi lebih baik di Kawasan.

“Saya apresiasi dan berkomitmen untuk terus memupuk kolaborasi dengan FAO, IFAD, WFP dan mitra pembangunan lainnya dalam membangun sistem pangan,” tegas Mentan SYL.

APRC merupakan pertemuan tingkat Menteri yang digelar dua tahun sekali untuk mendiskusikan tantangan sektor pertanian dan ketahanan pangan, sehingga tercipta koherensi kebijakan negara-negara anggota FAO di kawasan.

APRC sesi ke-36 menyepakati komitmen bersama untuk terus mendorong upaya transformasi sistem pangan, memperkuat mata pencaharian, dan memastikan perbaikan gizi serta ketahanan pangan. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pernyataan Mentan SYL Terbukti Bikin Tenang Pedagang dan Pengusaha Daging, Aman


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler