Mentan SYL Ungkap 3 Strategi Menghadapi PMK, Begini

Rabu, 18 Mei 2022 – 14:42 WIB
Petugas dari Kementan melaksanakan tes PCR bagi hewan untuk mencegah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK). Mentan SYL mengungkap tiga strategi untuk menghadapi PMK. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) optimistis penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) berjalan maksimal.

Dengan begitu, wabah tersebut bisa secepatnya dikendalikan.

BACA JUGA: Tinjau Peternak Sapi di Boyolali, Mentan SYL: Saya Lega Melihat Perkembangannya

Mentan SYL mengajak semua pihak turun langsung dan terlibat aktif untuk menekan jumlah penularan.

Menurut dia, penyakit tersebut bisa disembuhkan melalui tiga strategi berikut ini.

BACA JUGA: Mentan SYL Ungkap soal Kondisi PMK Hewan Ternak, Alhamdulillah

Pertama, kata SYL, Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak untuk menerapkan strategi intelektual sebagai langkah percepatan.

Kedua, menerapkan strategi manajemen sebagai langkah penguatan. Ketiga, strategi perilaku sebagai langkah bersama dalam menghilangkan PMK.

BACA JUGA: Mentan SYL Tegaskan PMK Tak Menular ke Manusia

"PMK ini dapat disembukan dan tidak menular ke manusia, tetapi kita harus waspada dan terus bekerja. Yang terpenting, tidak boleh membangun kepanikan karena sangat berbahaya," ujar SYL, Rabu (18/5).

Syahrul mengatakan, berdasarkan hasil penelitian dan penelusuran selama ini, PMK masuk kategori penyakit hewan yang tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.

Sebab, kata dia, seluruh bagian daging pada hewan yang positif PMK dapat dimakan melalui prosedur yang telah ditetapkan.

"PMK dapat disembuhkan dan tidak berbahaya jika dikonsumsi manusia. Jajaran Kementan bersama 16 daerah yang terkontaminasi PMK siap menghadapi Iduladha dan pasokan sapi yang ada tidak bermasalah,'' ujarnya.

Kementan telah membangun posko pengaduan dan crisis center PMK.

Masyarakat yang memiliki hewan dengan gejala PMK dapat menghubungi nomor 081286345622.

Posko tanggap darurat ini dikelola langsung Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan.

"Karena itu, jajaran Kementan siaga 1 dan lintas sektor di bawah jajaran Dirjen terus bekerja. Alhamdulillah sekarang tren penyebarannya menurun," ujarnya. (mrk/jpnn)


Redaktur : Tarmizi Hamdi
Reporter : Tarmizi Hamdi, Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler