Menteri Janjikan Hadiah Rp 100 Juta

Jumat, 15 April 2016 – 07:31 WIB
Muhammad Nasir. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Para peneliti Indonesia didorong untuk menggenjot jumlah publikasi internasional.  Pemerintah  menjanjikan imbalan Rp 100 juta bagi penelitian berkualitas yang masuk dalam jurnal internasional.

Menteri Riset , Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir mengatakan, jumlah kampus di Indonesia mencapai 4.500-an unit. 

BACA JUGA: Disimpulkan, UN di Daerah Ini Tidak Jujur

Namun jumlah publikasi yang terindeks di jurnal internasional hanya ada sekitar 5.000 judul. ’’Ini kecil sekali. Perlu digenjot,’’ kata dia, kemarin (14/4).

Untuk meningkatkannya, Kemenristekdikti mengalokasikan hadiah publikasi internasional Rp 100 juta untuk seorang peneliti. 

BACA JUGA: Matangkan Persiapan agar Peralihan Pengelolaan SMA ke Provinsi Lancar

Syaratnya, karya publikasinya harus masuk di jurnal internasional yang diakui dan memiliki skor impact factor 5 poin. Jika skor impact factor itu kurang dari 5, akan diberi uang sekitar Rp 50 juta.

Nasir mengatakan impact factor itu bukan penilaian dari Kemenristekdikti. Tetapi sebuah penilaian dari masyarakat luas yang mengakses jurnal tersebut. Sehingga indikator skor atau indeks impact factor itu menurutnya cukup fair untuk menjadi acuan penilaian.

BACA JUGA: ATURAN BARU: Kuliah Dulu Setahun, Baru Dapat Gelar Ir

Hingga saat ini, lanjut Nasir, sudah ada 4.000 judul publikasi ilmiah di jurnal internasional yang didaftarkan untuk mendapatkan hadiah itu. Mantan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) itu menjelaskan kuota pemberian hadiahnya terbatas. 

’’Anggaran yang tersedia tahun ini Rp 50 miliar,’’ katanya. Namun dia berjanji jika program pemberian hadian ini berdampak positif, anggarannya akan dinaikkan jadi Rp 100 miliar.

Nasir berharap peneliti tidak lagi menganggap meneliti tidak bisa menghasilkan uang. Dia meyakinkan bahwa peneliti harus diberikan insentif supaya memacu terus berkarya. Selain itu juga membuat rekan peneliti lainnya berlomba-lomba untuk melakukan riset.

Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan (Risbang) Kemenristekdikti Muhammad Dimyati menjelaskan saat ini sedang tahap penilaian judul publikasi ilmiah yang masuk. Setelah proses penilaian rampung, akan segera diumumkan pemenangnya. ’’Sekaligus dibayarkan uang hadiahnya,’’ katanya.

Dimyati mengatakan program ini tidak hanya bisa dinikmati dosen-dosen PNS. Tetapi juga dosen yang non-PNS baik di kampus negeri maupun kampus swasta. 

Dia berharap dengan adanya pemberian penghargaan itu, jumlah publikasi ilmiah di Indonesia bisa menyalip Singapura, Malaysia, hingga menjadi pemimpin di ASEAN. 

’’Sumber daya dosen di Indonesia berlipat-lipat dibanding negara tetangga,’’ pungkasnya. (wan/agm)

BACA ARTIKEL LAINNYA... RESMI! 15 Permainan Berbahaya untuk Anak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler