Menuju Swasembada Gula, ini Jurus Menteri Pertanian

Rabu, 26 April 2017 – 00:05 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat kunjungan lapangan ke Pabrik Gula Bone, Sulsel, Selasa, 25 April 2017. Foto: Wenri Wanhar/JPNN.com

jpnn.com, BONE - Sukses meningkatkan produktifitas jagung, beras dan bawang yang saat ini sudah tak perlu impor, kini Kementerian Pertanian berakselerasi menuju swasembada gula.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, sekarang impor gula Indonesia masih tinggi. Mencapai 3,5 juta ton pertahun. Makanya, produktifitas harus digenjot.

BACA JUGA: Pulang Kampung, Menteri Amran Kasih Trik Tingkatkan Panen Tebu

"Pabrik gula nasibnya Senin Kamis," katanya saat kunjungan lapangan ke Pabrik Gula Bone, Sulawesi Selatan, Selasa, 25 April 2017.

Nah, menuju swasembada gula, "kami diminta bapak Presiden ke Taiwan, Korsel, Jerman. Kami lihat di sana bagaimana pabrik gula. Luar biasa. Kami ke Turki, kami ke Kuba," sambungnya.

BACA JUGA: Mentan: Saya Titip Pak Rachmat kepada Penjabat Gubernur

Sepulang dari studi banding tersebut, Presiden Jokowi bertanya, "apa perbedaan negeri-negeri itu dengan Indonesia?"

"Sederhana bapak Presiden," sahut pria kelahiran Bone, 27 April 1968 tersebut. "Satu perbedaannya. Mereka sangat rajin. Kita sangat malas. Itu saja. Hanya satu kata yang membedakan. Hanya satu kata. Rajin dan malas. Sangatnya sama."

BACA JUGA: Maksimalkan Penggunaan Alsintan, Kementan Bentuk Brigade

Tiga Jurus

Menyadari itu, ke depan ada tiga jurus yang akan dimainkan.

Pertama, mengoptimalkan seluruh lahan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang tidak produktif.

"Perbanyak embung. Jika perlu, korbankan lahan tebu. Buat di sini sinder embung, karena dia memberi minum pada tanaman," Amran memberi petunjuk.

Menurut pria yang meraih gelar Doktor Pertanian dari Universitas Hasanuddin, Makassar itu rendahnya hasil panen tebu antara lain karena minimnya sumber air.

Embung atau cekungan penampung air (retention basin) semacam kolam berfungsi mengatur dan menampung air hujan.

"Jangan biarkan air hujan lewat. Tampung. Harusnya, seluruh hujan yang turun di indonesia jangan biarkan ke laut sebelum jadi karbohidrat dan protein. Itu prinsip," katanya.

Amran yang disertasinya tentang perkebunan dan pabrik gula itu menuturkan, embung akan membuat tebu tangguh. Ada embung, ada kehidupan.

"Ikan apa yang cocok di sini?" tanyanya kepada jajaran PTPN.

"Nila," sahut sejumlah orang.

"Lepas nila. Ada ikan di situ. Bebaskan orang memancing, jangan dilarang. Kalau perlu piara bebek. Kasih berenang bebek. Ambil bibitnya. Aku anggarkan Rp1 triliun. Itu sumer protein, sehingga tak perlu dua tahun. Setahun, dia kembalikan ini," papar Amran.

Di sekeliling embung itu, sebagaimana diperintahkan Pak Menteri, tanam pohon mangga. "Ambil bibitnya dari pertanian nanti, aku kasih gratis."

Dalam kesempatan itu, berkali-kali Menteri memberi perintah membuat sinder embung. Sebab, embung akan memberi minum kepada tanaman.

Di sela itu, JPNN.com bertanya kepada Arifin, Kuasa Direksi Pabrik PTPN XIV. "Kapan arahan Pak Menteri mulai dilaksanakan?"

Kata dia, arahan-arahan dari Pak Menteri sudah dimulai. Tinggal menambah. "Yang sudah jadi 50. Ada 50 embung lagi yang akan dibuat di sini."

Menteri mengapresiasi kemajuan yang dilakukan PTPN. Tapi dia mengaku belum puas.

"PTPN tidak cukup hanya berlari. Harus ada lompatan-lompatan. Jika perlu terbang," tandasnya.

Itu jurus pertama. Jurus kedua, luruskan barisan.

"Luruskan semuanya, yang tidak mau ikut, jadikan target. Singkirkan dari PTPN. Aku sudah bilang pada Presiden…akan pecat mereka yang tidak bisa kerja bagus," serunya.

Ketiga, meningkatkan produksi.

"Saudaraku…" himbaunya, "kalau Anda tidak berbuat baik pada tebu, tebu tidak akan berbuat baik sama Anda. Cintailah tebu seperti Anda mencintai keluarga Anda."

Acara penyambutan Menteri Pertanian dihelat di tengah-tengah kebun tebu PTPN XIV Bone, Sulawesi Selatan. Sebuah tenda memayungi sejumlah bangku dan meja.

Di tempat itu, selayang pandang, tebu tumbuh baik. Apalagi,
persis di kanan kiri tenda ada sejumlah embung.

Hanya saja, Menteri Amran yang sempat memantau perkebunan tersebut dengan heli dan lalu keliling pakai mobil tahu bahwa perkebunan gula Bone belum diperhatikan secara maksimal.

"Bapak membohongi tebu, tebu bohongi bapak. Bapak buat menderita tebu, bapak dibuat menderita oleh tebu. Aku pastikan, tanaman akan membalas pada akhir tahun."

Inilah falsafah tanaman ala Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

"Kalau tebu menangis, bapak pasti menangis di akhir tahun. Sebaliknya, kalau tebu tersenyum, bapak juga tersenyum di akhir tahun."

Dia optimis, jika PTPN serius, Indonesia akan swasembada gula, mengikuti sukses jagung, beras dan bawang merah.

"Kita harus bangkit! Ayo, kerja kawan," seru Amran kepada jajaran pimpinan pabrik tersebut yang sebagian adalah kawan lamanya. (wow/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menteri Amran: Petani Butuh Tractor, Saya Langsung Kirim


Redaktur & Reporter : Wenri

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler