Menurut Ruhut Sitompul Penendang Sesajen di Gunung Semeru Sering Bikin Onar

Rabu, 12 Januari 2022 – 15:09 WIB
Ruhut Sitompul menanggapi kasus pria menendang sesajen di lereng Gunung Semeru. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Ruhut Sitompul menanggapi video pria diduga membuang sesajen di lereng Gunung Semeru yang viral di media sosial.

Ruhut mengatakan Indonesia adalah negara yang beragama dan berideologi Pancasila.

BACA JUGA: Pelaku Pembuang Sesajen di Gunung Semeru Terancam Hukuman Berat

Pria kelahiran Medan pada 24 Maret 1954 itu mengatakan bahwa antarumat beragama di Indonesia harus saling menghormati.

Ruhut Sitompul pun percaya pihak kepolisian bakal segera menangkap terduga pelaku yang membuang sesajen itu.

BACA JUGA: Heboh Pria Penendang Sesajen di Gunung Semeru, Kapitra Semprot Pemerintah

"Saya percaya akan segera terungkap apalagi tampangnya (terduga pelaku) sering di beberapa acara dia ikut, ini manusia yang selalu melakukan keonaran," kata Ruhut kepada JPNN.com, Rabu (12/1).

Menurut Ruhut, terduga pembuang sesajen itu memiliki pemahaman agama yang dangkal.

BACA JUGA: Ronny Ungkap Kondisi Keluarga Ferdinand Hutahaean, Aduh

"Dia (terduga pelaku) merasa beragama tetapi beragamanya dangkal, tetapi saya sependapat anggap saja ini manusia tak beragama," ujar Ruhut.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan pihaknya masih mengejar pelaku penendang sesajen di lokasi bencana Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, ke sejumlah daerah.

"Kami bukan hanya ke daerah NTB (Nusa Tenggara Barat), tetapi di beberapa tempat yang diduga menjadi lokasi keberadaan pelaku," ujar Kombes Gatot saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa.

Meski sudah melakukan pengejaran dan penyelidikan, aparat kepolisian sampai saat ini masih kesulitan mengungkap identitas pelaku.

Polisi telah menggali informasi di sekitar lokasi kejadian tempat pembuangan sesajen di kawasan Gunung Semeru.

Namun, masyarakat tidak mengenal wajah pria yang viral dalam rekaman video tersebut.

"Masyarakat tidak ada yang kenal yang bersangkutan (pelaku). Kalau infonya yang bersangkutan itu sukarelawan masih kami cek datanya pada posko tanggap bencana, apakah orang tersebut sukarelawan atau bukan, ini masih ditelusuri," katanya. (cr1/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : Soetomo
Reporter : Dean Pahrevi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler