Merugi, PT Kertas Leces Lakukan Transformasi Bisnis

Rabu, 24 Desember 2014 – 23:32 WIB

jpnn.com - JAKARTA - PT Kertas Leces berupaya untuk melakukan transformasi bisnisnya agar terus bisa bertahan, mengingat saat ini perseroan tengah mengalami kesulitan keuangan sejak delapan tahun terakhir. Salah satu transformasi yang dilakukan yakni dari kertas tulis cetak ke bisnis kertas bernilai tinggi dan kertas security.

Di mana sebelumnya, kertas budaya dan kertas industri hanya berkapasitas 180 ribu per ton. Menurut Presiden Direktur Kertas Leces, Budi Kusmarwoto, hal tersebut bisa mengurangi ketergantungan pada produk konvensional.

BACA JUGA: Politikus Demokrat Sebut Tim Ekonomi Jokowi Lemah

"Kertas Leces mengalami kerugian sejak tahun 2005 hingga 2013, karena konsentrasi bisnis pada kertas budaya dan kertas industri," ungkap Budi saat menggelar jumpa pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (24/12).

Budi memaparkan, kerugian terbesar yang didera perseroan yakni terjadi pada tahun 2006, yang mencapai Rp 145,277 miliar dan di tahun 2012 korporasi sempat mencatat keuntungan Rp 9 miliar setelah revaluasi. Kondisi itu terjadi lantaran infrastruktur perseroan yang tidak terintegrasi dengan ketersediaan bahan baku.

BACA JUGA: Pemda Diminta Terapkan Konsep Hunian Berimbang

"Kondisi ini sangat menghambat kinerja bisnis kami. Di mana, kami selalu merugi meski kapasitas produksi meningkat. Belum lagi, kami tidak memiliki hutan industri sehingga amat bergantung pada harga bahan baku dari pasar yang diatur pemain-pemain berskala besar," sebut dia.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya memutuskan untuk meningkatkan nilai bisnis secara bertahap dengan memasuki kertas sekuriti. Dibandingkan opsi meningkatkan kapasitas yang hanya merugikan bisnis Leces. "Kita lakukan itu perlahan agar kerugian tertutupi," harap Budi. (chi/jpnn)

BACA JUGA: BUMN Duafa Ini Pangkas Ratusan Pegawai demi Efisiensi

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jadi Dirut PLN, Gaji Sofyan Basir Rp 160 Juta per Bulan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler