Mesir dan Saudi Sepakat Bangun Megacity Non-Syariat di Sinai

Senin, 05 Maret 2018 – 19:28 WIB
Pangeran Mohammed bin Salman dan Presiden Abdul Fatah el Sisi di Bandara Kairo. Foto: EPA

jpnn.com, CAIRO - Mesir setuju untuk ikut dalam proyek megacity yang tengah digarap Arab Saudi. Kairo menyerahkan tanah seluas 1000 kilometer persegi di Semenanjung Sinai bagian selatan untuk pembangunan pusat bisnis dan wisata megah tersebut.

Kesepakatan dibuat akhir pekan kemarin saat Putra Mahkota Mohammed bin Salman bertemu dengan Presiden Abdel Fattah al-Sisi di Kairo, Mesir. Pertemuan itu merupakan kunjungan kenegaraan pertama Pangeran Mohammed ke luar negeri, sejak menjadi pewaris takhta tahun lalu.

BACA JUGA: Jemaah Umrah RI Menyanyi di Lokasi Sai, Pak Dubes Kena Tegur

Diketahui bahwa Mesir dan Arab Saudi telah memperkuat hubungan sejak Sisi mengambil alih kekuasaan pada tahun 2013.

Proyek yang sejauh ini hanya dikenal dengan sebutan NEOM tersebut merupakan bagian dari upaya Saudi mendiversifikasi sumber pendapatan, sebagai antisipasi mengeringnya uang dari sektor minyak dan gas. Selain Mesir, Yordania kabarnya juga akan dilibatkan dalam proyek raksasa ini.

BACA JUGA: Makin Bebas, Perempuan Saudi Kini Bisa Jadi Tentara

Pangeran Mohammed sendiri sebelumnya mengatakan bahwa luas total kawasan NEOM mencapai 26 ribu kilometer persegi. Megacity ini nantinya akan diisi perkantoran dan tempat wisata. Target pasarnya tentu adalah investor dari Eropa dan Amerika Serikat serta negara asing lainnya.

Demi tujuan itu, Saudi tidak akan menerapkan syariat Islam di wilayah NEOM. Mereka akan merancang peraturan dan sistem peradilan baru yang lebih sesuai dengan para investor asing.

BACA JUGA: 2 Saran IPW untuk Polri terkait Kasus Habib Rizieq

Sejauh ini, baru perusahaan Jepang, Softbank yang secara terbuka menyatakan kesiapan berinvestasi dalam proyek NEOM. Meski begitu, pemerintah Saudi sudah memerintahkan perusahaan konstruksi lokal untuk membangun lima istana baru di wilayah tersebut.

Riyadh juga tengah bernegosiasi dengan tujuh perusahaan pelayaran wisata agar mau beroperasi di Laut Merah pada musim dingin. Saudi juga berencana membangun marina khusus untuk kapal yacht. (dil/mel/rmol)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 18 Juta Warga Yaman Kelaparan, Obat-obatan Pun tak Ada


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler