Mesum di Toilet Pasar, Kepergok Tukang Parkir, Pasangan Ini Ajak Damai, Eh....

Kamis, 18 Juni 2015 – 06:16 WIB

jpnn.com - PARENGGEAN - Sepasang kekasih ini tergolong nekat. Tanpa melihat tempat, mereka seenaknya saja berbuat mesum di toilet pasar di Kecamatan Parenggean, Sampit, Kalimantan Tengah. Padahal hari itu kondisi pasar sedang ramai-ramainya. Diduga keduanya dua kali dalam sehari menggunakan fasilitas publik itu untuk melampiaskan nafsunya.

Amah, pedagang pasar yang pertama kali curiga dengan sikap dan tingkah dua orang tersebut kemudian melaporkan kepada Ketua Pasar Rusidi. Namun, karena Rusidi tidak berada di tempat, kejadian itu dilaporkan kepada petugas parkir, Uwa.

BACA JUGA: Jadi PSK karena Butuh Uang untuk Beli Ayam

"Saya curiga, sudah dua kali (pasangan itu) keluar masuk, yang pertama sekitar pukul 11.30, kemudian mereka datang lagi pada pukul 13.00, masuk toilet sekaligus berdua. Padahal laki-laki dan perempuan tidak seharusnya seperti itu," kata Amah, Selasa (16/6).

Setelah dilapori Amah, Uwa langsung menggerebek sepasang kekasih itu. Ternyata kecurigaan benar. Setelah pintu toilet terbuka paksa, keduanya tidak bisa menyembunyikan perbuatannya.

BACA JUGA: 25 Pasangan Bukan Suami Istri Kepergok Ngamar, Ada PNS dan Mahasiswa

"Ketika saya membuka pintu toilet dengan paksa, ketika itu rok perempuan sudah terbuka sementara yang laki-laki, meski celana tidak sepenuhnya dilepas, tetapi kancing dan retsleting celananya terbuka," tutur Uwa.

Uwa pun berniat membawa mereka ke halaman parkir. Namun, sempat ada perlawanan. Sang pria mencoba menyuap tukang parkir itu agar perbuatan mereka tak diketahui orang lain. "Bang, jangan dibawa ke kantor, kami sudah bertunangan, kita damai di sini saja," kata Uwa menirukan ucapan sang pria.

BACA JUGA: Duh! Siswi SMP Serumah dengan Cowoknya 3 Hari, Begituan 9 Kali

Perbuatan pria itu justru memancing emosi Uwa. Apalagi keduanya berusaha melawan dan tidak mau menjelaskan nama dan alamatnya. Uwa pun melayangkan bogem mentah ke wajah pemuda itu, sedangkan sang wanita hanya tertunduk malu.

"Bukan saya pukul, sebenarnya saya jotos kepala laki-laki itu. Saya sempat marah dengan sikap mereka yang melawan, meski sudah jelas perbuatan mereka di toilet itu. Bahkan, mereka tidak mau menjelaskan identitas mereka," katanya.

Uwa mengaku tidak sempat berpikir menyerahkan mereka kepada pihak kepolisian. "Saya terlalu kesal dengan sikap mereka. Kemudian saya minta Udin, petugas parkir juga, untuk meminta keterangan mereka di halaman parkir dengan disaksikan sejumlah pedagang pasar," tuturnya.

Akan tetapi, menurut Uwa, hal itu dimanfaatkan pasangan mesum itu untuk kabur. Saat dirinya dan Udin merapikan kendaraan, pasangan itu kabur menggunakan sepeda motor. 

"Saya serahkan kepada Udin, namun dia juga tampaknya kewalahan dengan sikap kedua orang itu. Akhirnya mereka pergi dengan kendaraan roda dua entah ke mana, yang jelas hal ini harus jadi pelajaran bagi yang lain agar lebih waspada," ujarnya.

Lurah Parenggean Siyono yang mendengar kabar itu kaget dan marah. Dia menegaskan, seharusnya pasangan itu diserahkan ke polisi. "Seharusnya setelah memergoki mereka di toilet itu, segera dilaporkan atau diserahkan kepada kepolisian agar bisa diberikan sanksi kepada kedua orang itu. Saya yakin itu bukan dari warga Parenggean," tegas Siyono. (rm-66/ign/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Razia Tengah Malam, Honorer Sembunyi di Lemari Kamar Kos Pacarnya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler