Michelle: Toleransi Bukan Sekadar Dialog

Selasa, 01 Agustus 2017 – 21:53 WIB
Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga/OKP Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Michelle Wondal. Foto: Dok. Pemuda Katolik

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Bidang Hubungan Antarlembaga/OKP Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Michelle Wondal mengingatkan pentingnya menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi toleransi. Toleransi, menurut Michelle, bukan sekadar dialog untuk membicarakan perbedaan tapi diperlukan sikap penghormatan terhadap hal-hal yang berbeda dengan kita.

“Dengan demikian, rasa persatuan dan kesatuan akan semakin kuat berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 sehingga dapat mencegah dan jadi benteng dari pengaruh radikalisme dan terorisme,” tegas Michelle Wondal di Jakarta, Selasa (1/8).

BACA JUGA: Pemuda Katolik Komda NTT Dukung Perppu Ormas, Begini Alasannya

Pada bagian lain, Michelle mengatakan untuk membentuk karakter kebangsaan di kalangan generasi muda, maka setiap organisasi kemasyarakatan (Ormas) perlu melakukan pendidikan secara masif melalui pendidikan formal dan nonformal.

“Untul Pendidikan formal, nilai-nilai Pancasila mesti menjadi kurikulum wajib termasuk juga budi pekerti,” tegas Michelle.

BACA JUGA: Perppu Ormas Jangan Dikaitkan dengan Agama atau Pemerintahan Otoriter

Sedangkan pendidikan nonformal, kata Michelle, antara lain dapat dilakukan dengan cara tukar menukar pelajar antardaerah dan antarpulau. Selain itu, live in di masyarakat. Hal ini dimaksudkan supaya generasi muda mengenal Indonesia dengan keberagaman budaya yang ada. Kegiatan lainnya adalah lomba seni atau budaya dalam bentuk lagu daerah dan lagu nasional.

Michelle yang juga staf ahli DPR RI ini menekankan kepada setiap Ormas kepemudaan untuk melakukan berbagai program organisasi guna membentuk karakter kebangsaan di kalangan generasi muda. Langkah tersebut sangat penting sebagai salah satu upaya untuk mencegah radikalisme di kalangan generasi muda.

BACA JUGA: Farhan: Sadar Keragaman Berawal dari Kampus

Menurut Michelle, pemerintah juga wajib untuk memantau dan mengevaluasi kegiatan Ormas. Dengan begitu, kata Michelle, penanaman terhadap nilai-nilai Pancasila dapat berjalan baik. Sebab pendidikan karakter akan dapat menjadi benteng yang kuat untuk memfilter terhadap ideologi yang masuk ke Indonesia.

“Kami yakin, bila Pancasila dipahami dan dilaksanakan secara benar dan konsisten maka generasi muda tidak akan terpengaruh dengan paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” tegas Michelle.

Michelle mengusulkan kepada pemerintah khususnya Kemendikbud dan Kemendikdikti untuk melakukan sosialisasi secara masif terhadap empat konsensus kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

Secara khusus, Michelle mengimbau Kemendikbud dan Kemenristekdikti untuk merumuskan soal pendidikan Pancasila agar secepatnya masuk dalam mata pelajaran dan mata kuliah.

Untuk mengkonkretkan gagasan tersebut, Michelle meminta Kemendikbud dan Kemenristekdikti agar bekerja sama dengan MPR guna menyusun soal pendidikan Pancasila bagi generasi muda.

“Jadi, sosialisasi Pendidikan Pancasila saat ini harus dilakukan secara masif di semua kalangan masyarakat Indonesia,” tegas Michelle.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Komda PK Sumbar Beri Perhatian Serius Terhadap Aksi Teror


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler