Minatama Bantah Ada Rekayasa Hilangnya 9 Kapal di Mimika

Rabu, 13 Januari 2016 – 11:27 WIB

jpnn.com - TIMIKA - PT Minatama Mutiara Timika memastikan sembilan kapal ikan (eks-asing) yang hilang saat sedang berlabuh di Kolam Bandar Timika, Poumako, akhir tahun lalu, dibawa kabur anak buah kapal (ABK) asal Tiongkok.

Perusahaan perikanan itu juga membantah tudingan adanya rekayasa terkait hilangnya kapal-kapal itu. Juru Bicara PT Minatama Mutiara, Timotius Agus Suryono mengatakan, sembilan kapal yang masing-masing berbobot lebih dari 100 gross tonagee (GT) itu tiba-tiba hilang saat sedang berlabuh. Sembilan kapal itu di antaranya 4 unit KM Ombre dan 5 unit KM Kofiau. 

BACA JUGA: DPRD NTT Habiskan Rp 600 Juta Setahun, Anwar: Itu Wajar!

“Saya menjamin tidak ada rekayasa apapun dalam hal ini. Karena semua dokumen kapal tersebut masih ada di Syahbandar Pelabuhan Poumako. Sedangkan Paspor ABK itu juga masih diamankan di Kantor Imigrasi,” katanya kepada Radar Timika, Selasa (12/1). 

Agus belum bisa memastikan motif hilangnya kapal yang diduga dibawa kabur oleh 39 ABK ke yang diduga ke Tiongkok. Padahal para ABK itu didatangkan untuk menjaga kapal selama proses kebijakan moratorium. 

BACA JUGA: Bapak Cabuli Anak Kandung: Di Pengadilan, Anak Bantah, Ibu Kaget

“Mereka (ABK) yang datang jaga kapal ini diantarnya 8 orang yang memiliki Ijin Tinggal Kunjungan (ITK), dan 30 orang yang baru tiba di Timika pada bulan Desember lalu. Selama ini perusahaan tidak ada masalah dengan mereka,” katanya.

Sejumlah pihak menilai hilangnya sembilan unit kapal sekaligus di tengah ‘kepungan’ pengamanan seperti PSDKP (Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan), Polairud, TN AL (Lanal Timika), Polsek Pelabuhan Syahbandar, adalah hal yang tidak masuk akal.

BACA JUGA: Walah.. Terminal Selesai 2010, Sekarang Belum Digunakan

Terlebih lagi, sembilan kapal berbobot ratusan GT itu tentu membutuhkan bahan bakar cukup banyak untuk menempuh perjalanan jauh ke Thiongkok, China. Lalu bagaimana mungkin para ABK bisa memperoleh bahan bakar sebanyak itu jika tidak ada kerjasama pihak tertentu. 

“Selama moratorium, kami tidak pernah melakukan pengisian BBM. Karena selama ini kami beli BBM di Pertamina. Untuk kondisi kapal dan BBM-nya saat hilang kami tidak tahu. Saya juga tidak tahu sama sekali darimana BBM yang mereka pakai,” kata Agus. 

Agus mengatakan hilangnya kapal ini sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polres Mimika untuk melakukan penyelidikan. Mereka juga melaporkan hal ini kepada pihak Kementrian Kelautan dan Perikanan. “Saat ini sudah dalam proses penyelidikan kepolisian. Kami serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum untuk menangani kasus ini,” ujarnya. 

Beberapa waktu lalu Satuan Tugas (Satgas) 115 dari Kementrian Kelautan dan Perikanan telah melakukan investigasi dan meminta keterangan kepada pihak PT Minatama Mutiara. Satgas tersebut dikabarkan baru kembali ke Jakarta dua hari lalu. 

Wakapolres Mimika, Kompol Yuvenalis Takamully, saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari PT Minatama Mutiara terkait hilangya sembilan unit kapal tersebut, selanjutnya melakukan penyelidikan. 

“Menurut hasil pendalaman sementara bahwa diduga ABK dan nahkoda kapal lainnya yang membawa kabur kapal itu,” ujarnya singkat. (mix/rex/adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Diduga Terlibat Pembuatan KTP Palsu, Dispenduk Selidiki Para Lurah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler