Miris! Sudah Setor Rp 165 Juta Ternyata Gagal Naik Haji

Sabtu, 10 September 2016 – 01:53 WIB
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - BONTANG – Puluhan calon jemaah haji asal Bontang gagal berangkat ke tanah suci karena ditipu travel H20. Padahal, mereka sudah menyetor uang yang nominalnya mencapai ratusan juta rupiah.

Salah satu jemaah Maulana,mengaku dirinya sudah membayar uang Rp 165 juta kepada travel H20 untuk keberangkatan dirinya, istrinya dan anaknya. Dia menyetor uang tersebut pada 2012 silam dan dijanjikan akan berangkat pada 2015 lalu.

BACA JUGA: Waduh, Giliran Ayam Malaysia Serbu Pasar Indonesia

Sama dengan jemaah lainnya, ketika hendak dijanjikan akan berangkat, dirinya pun sempat dimintai uang tunai Rp 30 juta untuk tambahan biaya. Namun karena merasa curiga, Maulana pun akhirnya tidak mentransfer.

Tahun ini, dirinya kembali dijanjikan akan berangkat. Pada 7 Agustus 2016 lalu. Dia diminta mengirimkan paspornya ke Jakarta tempat alamat kantor H2O. Dia pun sudah mengirimkan. Namun ditunggu hingga kini, tak ada kabar yang muncul.

BACA JUGA: Mabes Polri Diminta Turun Tangan Usut Korupsi di Demak

Maulana beralasan tidak ingin melaporkan penipuan ini ke pihak berwajib lantaran jika nantinya yang bersangkutan dipidanakan, justru uangnya tidak kembali. Sehingga, dia masih berharap agar uang yang dimilikinya bisa dikembalikan. 

“Saat saya minta uang kembali, jawabanya masih akan jual aset dulu di Jakarta. Karena alasanya travel di Jakarta juga kena tipu sehingga dananya tidak ada,” bebernya, Kamis (8/9).

BACA JUGA: Ckckck, Pak Camat yang Dituding Selingkuh Bilang Begini

Padahal, dalam surat perjanjian yang telah dibuat, pihak travel akan mengembalikan uang dalam waktu 60 hari kerja apabila tidak jadi berangkat. Namun pada faktanya, hal itu tidak terjadi.

“Sudah capek saya di janji-janji terus. Sudah tidak percaya lagi saya sama omongannya,” ujarnya.

Calon haji lainnya yang enggan disebut namanya menuturkan, dirinya sudah menyetor uang tunai sebesar Rp 110 juta pada 2013 lalu untuk keberangkatan dua orang. Yakni dirinya dan istrinya.

Sesuai janji dari pihak travel, mereka akan diberangkatkan tahun ini. Namun hingga kini, tak kunjung mendapatkan kepastian dan hanya diberi janji-janji.

“Kemarin dijanji tanggal 1 September berangkat. Diundur lagi tanggal 2 September, mundur lagi jadi tanggal 5 September, dan terakhir tanggal 7 September. Menjelang keberangkatan, semua jemaah malah di-sms kalau tidak jadi berangkat,” ujarnya. (bbg/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bidik Tersangka Narkoba, Bilal Masjid yang Roboh


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler