Misi Persebaya Pertahankan Rekor tak Terkalahkan di Kandang

Sabtu, 30 September 2017 – 10:07 WIB
Semua pemain Persebaya Surabaya dalam kondisi fit untuk menyongsong laga melawan Persigo Semeru FC, Sabtu (30/9). Foto: Chandra Satwika/Jawa Pos

jpnn.com, SURABAYA - Persebaya Surabaya bakal menjamu Persigo Semeru FC yang kini sama-sama mengoleksi empat poin, di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, malam ini (kickoff 18.30 WIB).

Ini merupakan laga perebutan puncak klasemen sementara grup C babak 16 besar Liga 2.

BACA JUGA: Ricuh, Skuat PSMS Tertahan Satu Jam di Stadion M Sarengat

Persebaya kini tengah memiliki rekor mentereng di kandang. Selama berkompetisi di Liga 2, sudah delapan kali mereka bertindak sebagai tuan rumah. Hasilnya, tak sekalipun menelan kekalahan.

Rinciannya tujuh kali menang dan sekali imbang. Lebih dari itu, skuad berjuluk Green Force itu melalui 14 pertandingan tanpa pernah kalah.

BACA JUGA: Wasit Dituding tak Fair, Laga Persibat vs PSMS Sempat Ricuh

Ditambah, Rendi Irwan dkk sudah mencetak 23 gol dan hanya kebobolan tiga kali di GBT.

Persigo pun datang dengan kepercayaan diri. Sayang, rekor tandang mereka kurang apik. Tujuh kali melakoni lawatan musim ini, sudah dua kali mereka gagal mencuri poin.

BACA JUGA: Persebaya Percaya Diri Ladeni Persigo Semeru

Itu semua terjadi di babak penyisihan grup 7. Mereka tumbang 0-2 dari Celebest FC (23/4) dan kalah 0-1 dari Madura FC (29/7).

Tetapi, klub asuhan Putut Widjanarko itu punya hasil bagus selama melakoni lawatan di Pulau Jawa. Tiga kali bertandang di tanah Jawa, dua di antara berakhir kemenangan.

Itu mereka dapat kala menyambangi markas Persekap Pasuruan dengan menang 1-0 (22/5) dan Persekam Metro FC usai unggul 3-0 (6/8).

Satu laga lain dijalani di babak 16 besar ketika berhasil menahan PSBS Biak di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo (26/9).

Dengan statistik yang demikian, pelatih Persebaya Angel Alfredo Vera merasa memang timnya sangat wajib menang.

Lebih dari itu, tiga poin di laga ini akan membuat Persebaya mencatatkan 100 persen kemenangan di kandang sejak dibesut olehnya.

Selain itu, pemenang di laga ini akan keluar sebagai pemuncak klasemen grup C di putaran pertama 16 besar. Dengan sama-sama mengoleksi empat poin, salah satu di antara kedua tim itu bakal punya tujuh poin.

“Apapun kondisinya, kami harus menang. Saya sudah evaluasi dengan pemain tentang kekuarangan di dua laga sebelumnya. Sekarang, saya ingin pemain depan lebih tenang ketika sudah di depan gawang. Pelaung yang ada nanti harus dimanfaatkan dengan baik,” ungkap Alfredo.

Sudah di tiga laga terakhir Alfredo selalu menurunkan starting eleven yang sama. Namun, indikasi adanya perubahan bakal terjadi.

Itu seiring dengan semakin membaiknya kondisi kebugaran winger Oktfianus Fernando. Pemain yang akrab disapa Ovan itu bakal menempati sayap kiri yang di tiga laga terakhir dimiliki oleh Thaufan Hidayat.

“Tetap tidak banyak perubahan di sini. Saya tidak punya banyak waktu untuk otak-atik. Yang terpenting semua pemain siap untuk bertanding dan dapat tiga poin,” imbuh pelatih yang membawa Persipura Jayapura menjuarai Indonesia Soccer Championship A musim lalu itu.

Hal yang berbeda bakal diterapkan oleh pelatih Persigo Putut Widjanarko. Pelatih 48 tahun itu sangat mengandalkan formasi 3-5-2 untuk permainan timnya.

Itu juga masih dia terapkan kala menang 1-0 atas Kalteng Putra (22/9) dan menahan imbang PSBS 0-0 (26/9). Namun, menghadapi Persebaya nanti, dia akan melakukan sejumlah perubahan.

Menurutnya, tim harus meredam kekuatan dua sayap Persebaya yang bergerak lincah. Oleh sebab itu, dia juga akan menggunakan formasi 4-3-3 yang juga biasa dipakai oleh Persebaya. Dengan begitu, akan ada pemain yang bakal menempati bukan posisi aslinya.

“Kalau mengandalkan pertarungan lini tengah nanti malah tidak melahirkan alternatif. Saya ingin pemain sayap kami juga bisa meredam pemain sayap lawan. Saya akan optimalkan dua winger kami,” ujar Putut.

Selain itu, Putut mengaku juga modal lain untuk laga ini. Dia cukup memahami bagaimana cara Persebaya bermain. Sebab, pelatih berlisensi B AFC itu dulu merupakan gelandang serang andalan Green Force di era 1990-an.

“Saat bertanding di GBT, saya lihat Persebaya bermain kesulitan saat melawan tim yang dilatih mantan pemainnya. Itu terjadi saat melawan PSIS Semarang (19/3) yang dilatih Mas Subangkit meskipun menang (1-0). Lalu, saat melawan Persik Kediri (17/6) malah imbang 1-1. Itu kan yang ngelatih Bejo (Sugiantoro). Melihat itu, saya seharusnya juga bisa (mempersulit Persebaya),” terangnya. (dit)

Rekor Kandang Persebaya

20/4 vs Madiun Putra 1-1

11/5 vs Persepam MU 3-1

6/7 vs Persatu 2-0

27/7 vs Martapura 2-0

2/8 vs PSBI 4-0

16/8 vs PSIM 2-1

14/9 vs Persinga 4-0

22/9 vs PSBS 5-0

Perkiraan Pemain

Persebaya (4-3-3): 33-Miswar Saputra (g); 22-Abu Rizal Maulana, 44-Andri Muliadi, 21-Fandry Imbiri, 25-M. Irvan; 7-Sidik Saimima, 6-Misbakus Solikin (c), 96-M. Hidayat; 41-Irfan Jaya, 9-Ricky Kayame, 8-Oktafianus Fernando

Pelatih: Angel Alfredo Vera

Jersey: Hijau

Persigo Semeru FC (4-3-3): 78-M. Pujiantoro (g); 5-Agil Pramono, 66-Fadel Mohamad, 4-Nugroho Mardiyanto (c), 19-Doni Setiawan; 7-Dhanu Syah Putra, 28-Yogi Syaiful Rizal, 21-Feri Firmansyah; 6-Kartanto, 18-I Gede Warih Sentanu, 14-Dwi Andika Cakra Yudha

Pelatih: Putut Widjanarko

Jersey: Merah

Stadion: Gelora Bung Tomo, Surabaya

Kickoff: 18.30 WIB

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Djanur: Kalau Mau Lolos, PSMS Harus Sapu Bersih 4 Laga Sisa


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler