Misteri Pembunuhan Canggi Terkuak, Begini Pengakuan Pelaku

Senin, 11 September 2017 – 12:48 WIB
Para pelaku sudah tertangkap. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, PANGKALPINANG - Misteri pembunuhan Canggi (18), pemuda asal Lampung yang ditemukan tewas di pinggir jalan, Kelurahan Sinar Bulan, Bukit Intan, Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung, 2 November 2014, akhirnya terkuak.

Setelah tiga tahun berjalan, sebanyak tujuh pemuda yang diduga sebagai pelaku berhasil diringkus.

BACA JUGA: Dua Pembunuh Husen Bengke Ditangkap

Penangkapan para pelaku berlangsung cukup dramatis. Secara beruntun terhitung mulai Jumat (8/9) satu per satu pelaku diburu dan diamankan.

Mulanya, polisi menangkap seorang yang diduga sebagai pelaku utama yaitu Indra Setiawan (24) di depan Hotel Grand Bangka City, Air Itam, Pangkal Pinang.

BACA JUGA: Pembakar Lahan Akhirnya Ditangkap

Indra diduga merupakan dalang penusukan terhadap korban di bagian perut. Setelah diinterogasi aparat, akhirnya beberapa nama lain juga terlibat terhadap pengeroyokan yang menewaskan Canggi 3 tahun lalu itu.

Dari sini pelaku lainnya diburu. Polisi bergerak menangkap 4 pelaku lain yaitu Hamdan Saputra (22), Reno Saputra (20), Rio Anggara (23), dan Aldi Prasetya (17) --semuanya warga Bukit Intan.

BACA JUGA: Polisi Gelar Perkara Kasus Bully Anak Autis

Keempat pelaku disergap saat di sebuah gedung kosong setengah jadi yang ada di depan tempat ibadah di Jalan Tanjung Bunga, SMPN 10, Ait Itam. Mereka pun langsung digiring ke Mapolres Pangkalpinang untuk diperiksa.

Dari sini, perburuan dilanjutkan dan berhasil menciduk Apriansyah (18) yang tinggal di Gang Setan, Air Itam.

Darinya polisi mendapat informasi masih ada rekan lain yang terlibat dalam kasus ini. Polisi segera bergerak ke wilayah persawahan di Desa Balun Ijuk, Kecamatan Merawang, Bangka. Di sebuah pondok, aparat berhasil menangkap Raka Hermanto (22) warga Pangkalan Baru.

Terungkapnya kasus ini, menuntaskan pekerjaan rumah (PR) penyelidikan Sat Reskrim dan Intelkam Polres Pangkalpinang serta Polsek di wilayah hukumnya selama 3 tahun ini.

Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP M Saleh langsung merespon dan mengerahkan anggotanya saat didapatkan informasi bahwa para pelaku mulai terlihat lagi.

"Dari pemeriksaan sejauh ini, sejumlah orang yang diamankan ini memiliki keterlibatan dalam kejadian pembunuhan pada tiga tahun lalu. Kita dapatkan informasi masyarakat, ada pelaku di kasus ini yang baru terlihat lagi setelah selama ini melarikan diri, kita kembangkan dan mendapatkan keberadaan pelaku. Kemudian, kita susun strategi dan berhasil menangkap para pelaku," jelas Saleh.

Sementara itu, Indra Setiawan yang diduga pelaku utama sendiri tidak mengetahui penyebab pasti hingga dirinya bisa menusuk korban.

Dia mengaku hanya diajak temannya untuk ikut mencari keributan dengan orang lain.

"Tak tahu masalahnya apa, memang beberapa malam sebelum kejadian rombongan kami mau berkelahi terus. Lalu malam itu kebetulan teman saya yang cewek ribut dengan korban, lalu kami suruh pancing melalui cewek ini untuk bertemu lewat telepon atau sms," kata Indra kepada wartawan.

Dan saat Indra bersama teman-temannya bertemu korban, mereka langsung menyerang korban dengan menggunakan parang dan kayu termasuk ditusuk oleh Indra.

"Sebelumnya memang kami mabuk dulu. Lalu setelah itu tidak tahu lagi, sudah lari berpisah semuanya," imbuhnya.

Saat itu korban mendapatkan luka bekas bacok sepanjang 20 cm dengan lebar menganga pada sisi kanan kepala hingga telinga. (aka)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Seludupkan 2,3 Kg Sabu, 4 Penumpang Sriwijaya Air Ditangkap


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler