Misteri Tengkorak Memakai Alat Komunikasi dan Duduk di Bangku Pesawat, Diduga Pilot MH370

Selasa, 13 Oktober 2015 – 06:42 WIB
Malaysia Airlines. FOTO: Daily Mail.

jpnn.com - KABAR mengejutkan tentang dugaan ditemukannya pesawat Malaysia Airlines MH370 kembali mencuat. Kali ini datang dari negara Filipina. Sekelompok orang mengklaim menemukan serpihan pesawat di hutan Pulau Sugbay Tawi Tawi, Filipina. Tak hanya itu, di sekitar puing juga ditemukan beberapa tengkorak manusia yang masih memakai alat komunikasi di kepalanya dan sepotong kain bendera Malaysia. Muncul dugaan itu adalah puing dari pesawat MH370 yang dinyatakan hilang sejak 8 Maret tahun lalu.

Kini Polis Diraja Malaysia (PDRM) tengah menyelidiki penemuan tersebut. 

BACA JUGA: Duh...Desa Janda, Para Suami Bergiliran Tewas Kecelakaan

Seseorang yang mengungkap penemuan itu adalah Jamil Omar. Pria yang beprofesi sebagai teknisi audio itu mengontak polisi di Malaysia dan melaporkan bahwa sang bibi, Siti Kayam, tersandung sebuah reruntuhan yang diduga bangkai pesawat di pulau itu.

Ya, Siti bercerita banyak soal pengalamannya menemukan puing pesawat saat mengunjungi Jamil di Sabah Malaysia. Menurut pengakuan Siti, pada September lalu dia dan warga lainnya sedang berburu burung untuk kebutuhan makan sehari-hari di Pulau Sugbay Tawi Tawi. Selain menemukan puing pesawat, Siti juga menemukan bendera Malaysia yang lebarnya sekitar 70x30 inches. 

BACA JUGA: Aerosmith Tak Suka Donald Trump Jadikan Lagu Mereka Alat Kampanye

Nah, karena merasa informasi tersebut sangat penting dan berhubungan dengan pesawat Malaysia, Jamil pun segera melaporkan ke polisi.

“Jamil mengklaim bahwa sang bibi masuk ke reruntuhan pesawat itu dan menemukan tulang dan tengkorak,” kata seorang polisi Malaysia Komisaris Jalaludin Abdul Rahman.

BACA JUGA: ISIS jadi Terduga Utama Pelaku Bom Ankara

Bahkan media lokal melaporkan bahwa beberapa penumpang masih terduduk di kursinya dan pilot masih mengenakan sabuk pengaman dengan peralatan komunikasi yang masih menempel di kepala dan kupingnya. 

Menurut Jamil, kehidupan di pulau tersebut sangat tertutup dan mereka tidak menonton televisi. Karenanya warganya tidak mengetahui tentang hilangnya pesawat Malaysia Airlines dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing, Tiongkok.

Meski begitu laporan ini ditanggapi secara serius oleh kepolisian Malaysia. Channel News Asia melansir, pemerintah Malaysia mengerahkan Departemen Penerbangan Sipil dan Divisi Investigasi Kementerian Kecelakaan Udara untuk menyelidiki lebih lanjut.

Malaysia juga meminta pihak Filipina untuk memverifikasi klaim tersebut.

"Tidak ada foto untuk mendukung klaim. Jadi kami mengandalkan mitra kami untuk mendalaminya dan bisa memakan 1 sampai 2 hari sebelum sesuatu bisa diverifikasi,” kata Inspektur Jenderal Polisi, Tan Sri Khalid Abu Bakar. (daily mail/channel news asia/mas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Israel Membombardir, 25 Warga Palestina Tewas, Ribuan Terluka


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler