Mitan Mulai Langka di Lamongan

Selasa, 15 Desember 2009 – 22:38 WIB
LAMONGAN - Melambungnya harga disertai kelangkaan minyak tanah (mitan) di wilayah pantura Lamongan meresahkan warga setempat.
Sekitar 50 warga Weru Kompleks Paciran mendatangi kantor kecamatan setempat untuk menuntut pemerintah mengatasi masalah tersebutAksi tersebut merupakan kelanjutan aksi serupa pada Sabtu pekan lalu yang berlangsung di Desa Weru Kecamatan Paciran

BACA JUGA: Pasca Gempa, Sanitasi dan Air Buruk

Saat itu warga sempat meluapkan emosinya dengan membakar ban bekas
''Warga pantura sangat dirugikan oleh masalah tersebut,'' kata Mahmun Murod, salah satu pimpinan aksi.

Menurut dia, harga mitan di pantura Lamongan hingga mencapai Rp 6.000 per liter

BACA JUGA: Eksekusi Asad Tertunda Lagi

Itu jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang hanya Rp 3.250 per liter
Kondisi itu diperparah dengan banyaknya mitan di wilayah tersebut yang dilarikan para pedagang ke wilayah Gresik dan Surabaya

BACA JUGA: 5 Mahasiswa Dipukuli Polisi

Sebab, di dua daerah tersebut mitan bisa dijual sangat mahal karena sudah tidak ada pasokan mitan lagi dengan adanya konversi gas''Mitan yang dilarikan ke luar Lamongan jumlahnya cukup banyakSetiap pedagang bisa membawa sekitar 200 liter setiap hari, sedangkan jumlah pedagang itu mencapai ratusan orang,'' ungkapnya.

Akibat kasus tersebut, ujar dia, warga pantura Lamongan menjadi sangat dirugikanSebab, jatah mitan mereka menjadi berkurangItupun dengan harga yang sangat melambung.

Wakil Ketua DPRD Lamongan, Husnul Aqib menyatakan keprihatinannya atas masalah yang tak kunjung terselesaikan tersebut''Harus ada tindakan tegas dari pemkab maupun PertaminaSelain itu, segera merealisasikan program konversi mitan ke gas di wilayah itu,'' tegasnya.

Sedangkan Kabag Perekonomian Pemkab Lamongan, Nuroso mengungkapkan, pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan Pertamina untuk menindak agen dan pangkalan mitan yang menaikkan harga di atas HET''Ada indikasi agen mitan ada yang menjual di atas HET, sehingga harga mitan menjadi melambung,'' tuturnya.

Selain itu, pihaknya meminta masyarakat melakukan pengawasan terhadap pembelian mitan''Kami sudah mengeluarkan aturan, pembeli dari Lamongan harus diprioritaskanDitandai dengan menunjukkan KTP Lamongan saat membeli mitan,'' terangnya(aj)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketua PN Medan Terancam Dipecat


Redaktur : Auri Jaya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler