Mohon Maaf, Destinasi Wisata di Sejumlah Kabupaten di Jateng Tutup Total

Senin, 28 Desember 2020 – 23:55 WIB
Pantai Kartiji di Jepara. Foto: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

jpnn.com, SEMARANG - Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Jateng Sinoeng N.Rachmadi mengatakan enam kabupaten di Jateng menutup semua destinasi wisata selama libur akhir tahun.

Keputusan itu diambil guna mengantisipasi meluasnya penyebaran Covid-19.

BACA JUGA: Awas! Jalur Wisata di Selatan Garut Rawan Longsor

"Keenam kabupaten yang menutup semua destinasi wisata saat libur akhir tahun ialah Rembang, Purworejo, Wonogiri, Kudus, Jepara, dan Demak, sedangkan dua kabupaten lain yakni Klaten dan Pemalang, melakukan penutupan sebagian objek wisata," kata Sinoeng di Semarang, Senin.

Terkait dengan hal tersebut pihaknya mengapresiasi upaya pemerintah kabupaten mencegah timbulnya klaster baru penularan Covid-19 di tempat-tempat wisata.

BACA JUGA: Simak! Ini Peringatan dari Pak Ganjar terkait Potensi Tsunami di Wilayah Selatan Jateng

Sinoeng memerinci objek-objek wisata yang ditutup yakni dua objek wisata Kabupaten Demak, 9 objek wisata di Kabupaten Jepara, 17 objek wisata di Kabupaten Kudus, 27 objek wisata di Kabupaten Purworejo, 10 objek wisata di Kabupaten Rembang, dan 17 objek wisata di Kabupaten Wonogiri.

"Pemalang ditutup sebagian yakni dari 19 daya tarik wisata ditutup tiga dan Klaten yang juga ditutup sebagian. Total ada 86 dari 690 daya tarik wisata di Jateng yang ditutup," ujarnya.

BACA JUGA: Amarah Massa Meledak, Rumah Pelaku Begal Dihancurkan

Ia menegaskan penutupan itu dilakukan di objek-objek wisata yang dikelola pemerintah, sedangkan yang tidak ditutup adalah destinasi yang dikelola swasta yang harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga melarang seluruh masyarakat membuat berbagai kegiatan keramaian saat libur akhir tahun dan diimbau tetap di rumah saat perayaan pergantian tahun.

"Kami semua sudah sepakat, bahwa tahun baru tidak boleh ada perayaan. Semuanya saya minta di rumah dan kepolisian sudah sepakat akan melakukan tindakan tegas jika masyarakat masih melakukan aktivitas yang menimbulkan keramaian itu," ujarnya.

Gubernur Ganjar juga meminta masyarakat untuk membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan bertahan diri di rumah karena saat ini jumlah kasus Covid-19 masih tinggi. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler