Multaqo Ulama, Habib & Cendekiawan Muslim Ajak Jaga Stabilitas Keamanan PascaPemilu

Jumat, 03 Mei 2019 – 20:23 WIB
Para Multaqo Alim-Ulama, Habib dan Cendekiawan Muslim seluruh Indonesia berkumpul di Ball Room Hotel Kartika Chandra Jakarta Selatan, Jumat (3/5). Foto IST

jpnn.com, JAKARTA - Multaqo alim ulama mengajak umat Islam menjaga stabilitas keamanan dan menghindari aksi-aksi inskontitusional pascaPemilu 2019. 

Ajakan itu merupakan bagian dari rekomendasi dan kesepakatan Multaqo Alim-Ulama, Habib dan Cendekiawan Muslim seluruh Indonesia di Ball Room Hotel Kartika Chandra Jakarta Selatan, Jumat (3/5).

BACA JUGA: Kasus Penggelembungan Suara, Hubungan PAN – PKS Memanas

Pernyataan tersebut dibacakan oleh dai kondang KH. Manarul Hidayat. Stabilitas keamanan sangat erat hubungannya dengan keimanan, ketika keimanan lenyap, keamanan akan tergoncang. 

Karena itu, umat Islam berkewajiban ikut terus aktif dan proaktif menjaga keamanan negara.

BACA JUGA: Istana Yakin Peserta Ijtimak Ulama III Bakal Menerima Hasil Pemilu

Para ulama, habib, dan cendekiawan muslim perlu terus menjadi garda terdepan dalam membangun baldatun tayyibatun wa rabun Ghafur.

Hal tersebut disampaikan oleh Jubir Multaqo, Ust. M. Najih Arromadloni. Oleh karena itu, lanjut Najih, jika dikaitkan dengan permasalahan pemilu, ulil amrinya adalah KPU, Bawaslu, dan MK. 

BACA JUGA: Fadli Zon Yakin Banget Kesalahan Entri Data Situng KPU karena Kecurangan

"Seluruh umat Islam wajib taat kepada keputusan KPU, Bawaslu dan MK jika menyangkut masalah hasil pemilu, karena mereka adalah lembaga Negara yang diberi wewenang berdasarkan UU untuk menyelenggrakan pemilu dan mengumumkan hasilnya," ujarnya.

Sebaiknya umat Islam menghindari tindakan yang mengarah kepada bughat.

“Ketaatan di sini bisa bermakna teguh menempuh jalur konstitusional. Prinsip ketaatan ini untuk menjaga kelangsungan sistem sosial agar tidak terjadi anarki,” katanya.

Karena itu, pascapemilu dan menyambut bulan Ramadan ini, Najih menyampaikan beberapa poin penting dari Multaqo alim ulama hari ini. 

Multaqo alim ulama mengimbau umat Islam untuk bersama-sama mewujudkan stabilitas keamanan, perdamaian, dan situasi yang kondusif daripada menonjolkan perbedaan yang bersifat kontra produktif.

Selain itu, mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk menghindari dan menangkal aksi-aksi provokasi. Selain itu, multaqo juga mengajak seluruh ummat islam di indonesia untuk tidak terpancing dalam melakukan aksi-aksi inkonstitusional.

“Hal tersebut akan sangat mengganggu berlangsungnya ibadah di bulan suci ramadhan, bahkan dapat menghilangkan pahala berpuasa di bulan ramadhan yang dilipatgandakan oleh allah swt,” papar Najih.

Multaqo ini diinisiasi dan dihadiri oleh ulama sepuh KH Maimun Zubair dan Habib Lutfi bin Yahya yang dihadiri 1.500 orang peserta dari para ulama sepuh, berbagai ormas, para habib, para cendekiawan muslim.

Hadir juga sejumlah tokoh ulama di antaranya Prof Dr. Said Aqil Siraj, TGB Turmudi Badarudin, KH Anwar Iskandar, dan lain sebagainya. 

Disertai juga diskusi panel dari para cendekiawan muslim seperti Prof Dr Nasaruddin Umar, Prof. Maskuri Abdulillah, KH Masdar F Mas'udi, Habib Salim Jindan dan lainnya.(jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketua KPPS 17 Harapan Jaya Meninggal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Pemilu 2019   ulama   Pemilu  

Terpopuler