Nadiem Makarim Bertemu Menteri Pendidikan Singapura, Sentil Masalah Guru

Selasa, 18 Oktober 2022 – 21:16 WIB
Nadiem Makarim Bertemu Menteri Pendidikan Singapura, Sentil Masalah Guru. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim bersama Menteri Pendidikan Singapura Chan Chun Sing melakukan pertemuan bilateral pada Selasa, 18 Oktober.

Dalam penjelasannya, Menteri Nadiem mengatakan pertemuan ini bertujuan mendiskusikan peningkatan kerja sama pendidikan, riset dan teknologi dalam kerangka kerja sama bilateral. 

BACA JUGA: Menteri Nadiem Ingin Tunjangan Guru Tidak Lagi Mampir ke Rekening Pemda

Selain itu, pertemuan juga menyepakati peningkatan kerja sama pelatihan guru, pemahaman budaya antarpelajar, antarkedua negara, mobilitas pelajar, upaya peningkatan minat mahasiswa dari Singapura untuk menempuh pendidikan di Indonesia.

Selain itu juga, kolaborasi antaruniversitas dan politeknik, pemagangan mahasiswa, serta pelatihan/kursus (microcredentials) dari universitas di Singapura bagi mahasiswa Indonesia. 

BACA JUGA: BKH PGRI Beri 5 Solusi Pengangkatan PPPK, MenPAN-RB Azwar Anas & Mas Nadiem Tolong Didengar 

Di sela-sela pertemuan bilateral dimaksud, kedua menteri menandatangani Naskah Memorandum Saling Pengertian tentang Program Mobilitas Pemuda.

Pertemuan berlangsung pada Selasa (18/10) di kantor Kemendikbudristek, Jakarta. Upaya ini merupakan langkah konkret dua kementerian dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa di kedua negara. 

BACA JUGA: Mas Nadiem Siapkan Mekanisme Terbaru Penyaluran Tunjangan Guru, Langsung Jos

Naskah tersebut merupakan turunan dari Memorandum Saling Pengertian tentang Kerja Sama di Bidang Pendidikan dan Memorandum Saling Pengertian tentang Kerja Sama di Bidang Pendidikan Tinggi yang ditandatangani pada 7 September 2017, serta Pengaturan Kerja Sama Sumber Daya Manusia yang ditandatangani pada 24 Januari 2022 lalu. 

Menteri Nadiem menyampaikan bahwa naskah program mobilitas pemuda ini merupakan komitmen kedua negara dalam memfasilitasi mahasiswa dari Indonesia dan Singapura untuk mengembangkan kompetensinya.

Kegiatan ini berbentuk pemagangan mahasiswa di kedua negara yang akan dilaksanakan selama enam bulan kalender akademik. 

“Tujuan dari kerja sama ini adalah mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, berwawasan luas, dan siap menghadapi tantangan global,” tutur Nadiem Makarim. (esy/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler