Napi Mengamuk karena Semua Dipungli, Mulai Besuk hingga Tambah Nasi

Jumat, 07 Juli 2017 – 12:50 WIB
Suasana setelah berntrok di Lapas Narkotika Palembang,Kabupaten Banyuasin Sumsel (6/7). Foto : Muhammad Hatta/Sumatera Ekspres/jpg

jpnn.com, PALEMBANG - Sujay, napi yang sudah dua tahun menghuni Lapas Narkotika kelas III Palembang berbagi cerita.

Katanya, semua napi memang sudah kesal dengan maraknya pungli oleh oknum petugas.

BACA JUGA: Ratusan Napi Mengamuk, Asap Membumbung Tinggi, Para Sipir Kabur Menyelamatkan Diri

“Yang disuruh memintai uang yakni TF dan FR. Mereka tamping di sini, tapi lagaknya sudah seperti pegawai juga,” bebernya.

Uang diminta bermacam-macam. Mulai uang besuk, wadah nasi, saat urus masa pengenalan lingkungan (mapenaling), pembebasan bersyarat dan lainnya.

BACA JUGA: Penyelundup Lobster Kelabui Petugas dengan Dokumen Palsu

“Mau tambah nasi saja harus pakai uang. Semua jadi uang,” cetusnya.

Darinya juga terungkap kalau napi bisa membawa masuk televisi (TV) hingga handphone (Hp). Syaratnya, asal ada uang.

BACA JUGA: Dapat Bagian Ratusan Juta Usai Gondol Mesin ATM Berisi Hampir Satu Miliar

“Kisarannya Rp250 ribu per bulan untuk TV. Kalau Hp, bisa mencapai jutaan,” tuturnya.

Jika tidak ada napi yang memberikan sejumah uang kepada oknum pegawai itu, maka yang lain ikut merasakan dampaknya. Mereka tidak boleh keluar wisma untuk menghirup udara di luar.

Diungkap Sujay, persoalan air bersih juga memprihatinkan. Air bekas mandi disaring, untuk dipakai mandi berikutnya. Badan jadi gatal-gatal dan korengan.

“Kalau belum jadi koreng, tidak ada pengobatan,” jelasnya.(qda/afi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kehabisan Uang di Palembang, Dua Bule Rusia Gagal Keliling Dunia


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler