Nasir Dorong Perkuliahan di Perguruan Tinggi Gunakan Video 3 Dimensi

Sabtu, 29 Juni 2019 – 16:02 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir. Foto: Humas Kemenristekdikti for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, metode perkuliahan di perguruan tinggi Indonesia harus lebih inovatif. Antara lain dengan penggunaan media digital, teknologi Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AI), dan Artificial Intelligence (AI).

Pembelajaran melalui video 3 Dimensi seperti yang dilakukan Universitas Pelita Harapan (UPH) di bidang kedokteran saat ini merupakan contoh yang baik untuk diterapkan di perguruan tinggi lain.

BACA JUGA: Menteri Nasir Dorong Perguruan Tinggi Tingkatkan Inovasi Mitigasi Bencana

“Ini adalah satu contoh metode perkuliahaan yang dikembangkan UPH khususnya di bidang kedokteran. Artinya, kuliah yang sudah menggunakan Artificial Intellingence (AI) atau kecerdasan buatan, kuliah yang sudah menggunakan Virtual Reality dan Augmented Reality (AR), ini harus kita dorong terus supaya mahasiswa mendapatkan proses pembelajaran yang sempurna,” ungkap Nasir, Sabtu (29/6).

Dia menambahkan, selama ini biasanya dosen membaca kemampuan hanya 80 persen, maka hanya bisa diserap 40 persen. Dengan metode pembelajaran ini bisa serap 100 persen dengan baik. Metode seperti ini bisa dikembangkan secara keseluruhan dan tidak hanya di bidang kesehatan tapi harus bisa di seluruh bidang lainnya.

BACA JUGA: Menteri Nasir: Akreditasi Mudahkan Produk Indonesia Tembus Pasar Global

BACA JUGA: Kuota Beasiswa Bidikmisi 130 Ribu, Khusus untuk Mahasiswa Baru

“Kalau metode ini sudah dikembangkan dalam bentuk film tiga dimensi (3D), seharusnya bisa dikembangkan lagi dalam metode online dan saya rasa akan jauh lebih baik ke depannya,” tutur Nasir.

BACA JUGA: 2025, Indonesia Produksi Massal Kendaraan Listrik

Dia menuturkan, metode pembelajaran seperti ini bisa membuat mahasiswa tidak merasa kesulitan dalam menyerap materi yang sulit sekalipun dengan metode pembelajaran yang sangat sederhana.

Menteri Nasir juga mengimbau kepada pimpinan perguruan tinggi lain untuk mulai bergerak melakukan metode pembalajaran yang baru dan inovatif ditengah perkembangan Revolusi Industri 4.0 yang sangat ini sedang kita hadapi.

“Saya rasa perguruan tinggi harus melakukannya, kalau kita tidak punya fasilitasnya karena biaya yang sangat tinggi, untuk itu saya selalu sampaikan untuk perguruan tinggi agar melakukan kolaborasi. Kalau tidak dengan kolaborasi rasanya itu akan sulit untuk dikembangkan,” tambah Nasir.

Dirinya juga mengatakan, Kemenristekdikti juga sudah menerbitkan peraturan kepada pimpinan perguruan tinggi untuk mengembangkan metode pembelajaran Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan memudahkan akses masyarakat untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menteri Nasir Dorong Kurikulum Prodi Akuntansi Sesuaikan Revolusi Industri 4.0


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler