Natal-Tahun Baru Harga Gula Melonjak

Kamis, 24 Desember 2009 – 06:56 WIB

BUMIAYU - Sejak empat hari terakhir ini, harga gula pasir di wilayah Bumiayu dan sekitarnya melambung tinggiHampir setiap hari terjadi kenaikan harga dalam kisaran Rp500 hingga Rp1000

BACA JUGA: Mulai Hari Ini, Pesawat Jet Operasi di NTT

Empat hari lalu pedagang menjual bahan pemanis itu dengan harga sekitar Rp 9.000 per kilogram, kemarin melambung menjadi Rp 11.500 per kilogram


Harga yang dipatok itu hampir merata terjadi di sejumlah pasar, tidak hanya di pasar induk Bumiayu, namun juga di pasar PKL Kalierang

BACA JUGA: Pemerintah Kebut Sistem Perijinan Elektonik

Haryanto (44), seorang pedagang sembako di Pasar Induk Bumiayu menjelaskan, kenaikan harga terjadi secara bertahap
Dari semula Rp 9.000 kemudian Rp 10.000, Rp 11.000 dan kemarin sudah Rp 11.500 per kilogramnya.

Dia menjelaskan, kenaikan harga gula yang sangat tinggi itu memang telah terjadi di tingkat distributor

BACA JUGA: KPPU: PRJ Dimonopoli

Ditanya mengapa terjadi kenaikan harga seperti itu, Haryanyo mengaku tidak tahu secara persisDia hanya mengatakan, kondisi ini sepertinya sudah rutin terjadi setiap kali datangnya perayaan hari besar"Sudah biasa terjadiBiasanya menjelang lebaran atau saat akan menghadapi  perayaan Natal dan Tahun BaruMaka harga sejumlah kebutuhan kembali naik," jelasnya.

Dengan kondisi seperti itu, lanjutnya, sebagai pedagang dirinya tidak berani berspekulasi dengan memperbanyak stok gula pasir dagangannyaAlasannya,  naiknya harga gula pasir saat ini diikuti dengan menurunnya harga beli masyarakatSebelum kenaikan dia mengaku bisa menjual sedikitnya 2 karung atau 1 kwintal gula pasirTapi sekarang dari 1 karung yang dijual, paling hanya laku 50 kilogram saja"Sekarang jarang yang beli dalam jumlah bayakPaling warga membeli dengan mengecer di warung-warung," urainya.

Dampak kenaikan harga gula merembet ke nasib pedagang kecilMartono (34), penjual es campur dan kelapa muda di pinggiran jalan utama Bumiayu mengaku kesulitan dengan kenaikan harga gula yang cukup tinggi tersebutKarena gula mahal, dia terpaksa mengurangi porsi gula di dagangannyaDia mengaku tidak berani menggunakan pemanis buatan, dengan alasan takut pelanggan pada kabur.

Berbeda dengan gula, penjualan beras justru bagusHj Saidah (47), pedagang beras di Pasar Induk Bumiayu, fase peningkatan penjualan beras sudah terasa sejak awal DesemberJenis beras yang paling laku adalah jenis beras pusaka yang dijual mulai dari Rp 5.200 hingga Rp 5.400 per kilogram di tingkat pengecerDalam sehari, beras jenis itu bisa terjual  5 hingga 6 kwintal(pri/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mustafa: Di Bawah Dahlan, PLN Bisa Hemat Rp15 T


Redaktur : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler