Negara Jangan Kalah dengan Kontraktor Gas Alam

Rabu, 08 Januari 2020 – 02:03 WIB
Inas Nasrullah Zubir. Foto: Humas DPR

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Perindustrian meminta Jokowi membuka keran impor gas atau LNG untuk swasta karena harga gas domestik tidak lagi ekonomis untuk industri dalam negeri. Permintaan tersebut kemungkinan akan disetujui oleh Presiden Jokowi.

“Jika pak Jokowi menyetujui impor LNG tersebut maka rakyat akan beranggapan bahwa Presiden tidak konsisten. Karena bukankah beberapa waktu yang lalu beliau sangat marah setelah mengetahui bahwa defisit neraca perdagangan, disebabkan lebih banyak oleh impor migas. Selain itu juga masyarakat akan beranggapan bahwa negara ternyata dikalahkan oleh penguasa-penguasa sumur gas alam Indonesia yang sebagian besar adalah asing,” ujar Ketua DPP Partai Hanura, Inas N Zubir dalam keterangan persnya, Rabu (8/1/2020).

BACA JUGA: Pertamina Ingin Eksploitasi Gas Alam Natuna secara Besar-besaran

Padahal, menurut Inas, selama ini para kontraktor kontrak kerja sama atau K3S sudah menikmati cost recovery, yakni semua biaya operasional kontraktor diganti oleh Negara.
Oleh karena itu, berdasarkan angka cost recovery, realisasi lifting gas maka sudah seharusnya pemerintah melalui SKK Migas bisa menghitung harga keekonomian gas di hulu untuk kemudian dinegosiasikan kembali dengan para K3S tersebut.

“Bahkan pemerintah seharusnya bisa meminta K3S tersebut transparan dalam menghitung harga gas di well head,” kata Inas.(fri/jpnn)

BACA JUGA: Fuad Amin Ingin Kuasai Sendiri Jual Beli Gas Alam Bangkalan, Mau Tahu Caranya?

BACA JUGA: TNI AL Terjunkan Tim Siaga Banjir


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler