Negosiasi Inalum Banyak Kemajuan

Rabu, 24 Juli 2013 – 05:54 WIB

jpnn.com - JAKARTA – Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan sudah banyak kemajuan yang dicapai dalam negosiasi pengembalian PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum).

Pencapaian paling signifikan adalah Pemerintah Indonesia dan Nippon Asahan Alumunium Co. Ltd (NAA) telah sepakat Inalum sepenuhnya menjadi milik Indonesia sejak akhir Oktober 2013.

BACA JUGA: Kelemahan Patungan Usaha ala Ustadz Yusuf Mansur

”Soal itu, tidak ada perbedaan lagi antara Indonesia dan pihak Jepang,” kata Hatta usai memimpin rapat koordinasi dengan agenda mendengarkan laporan tim negosiasi di kantor Menko Ekonomi, Lapangan Banteng, Jakarta, kemarin (23/7). Rakor itu dihadiri oleh Menteri Keuangan Chatib Basri dan Menteri Perindustrian M.S. Hidayat.

Ketua Umum DPP PAN itu mengatakan, tim negosiasi baru saja melakukan pembicaraan kembali dengan NAA pada 10 Juli lalu. Poin yang masih terus dibicarakan adalah mengenai nilai buku dalam transfer asset, dimana masih ada perbedaan di antara kedua belah pihak. Jepang menghendaki angka sesudah revaluasi, sedangkan Indonesia mengacu pada angka sebelum revaluasi.

BACA JUGA: YLKI Usul Airport Tax Kualanamu Rp70 Ribu

Proses negosiasi juga membahas perbedaan angka dalam audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Dalam hasil audit BPKP, terdapat perbedaan sekitar USD 140 juta dibandingkan dengan nilai perkiraan Pemerintah Jepang.

”Perbedaan ini dibahas dalam negosiasi itu dan sudah banyak kemajuan. Tentu saja tidak semua materi perundingan dapat kami sampaikan. Tapi yang jelas ini semua bagus kemajuannya. Hanya tinggal soal itu saja yang kita bicarakan, dan tim NAA terus akan melakukan pembahasan,” jelas Hatta. (dri)

BACA JUGA: Biaya Tol Medan-Kualanamu Rp80 Miliar Per Kilometer

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rekind Gandeng Pelindo Bangun PLTG


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler