Nelayan Pantai Utara Sedang Merugi

Sabtu, 28 Oktober 2017 – 11:45 WIB
Aktivitas nelayan. Foto: JPG/Pojokpitu

jpnn.com, TUBAN - Cuaca buruk akibat dampak musim pancaroba, membuat para nelayan tradisional di sepanjang Pantai Utara Tuban, Jawa Timur merugi.

Hasil tangkapan ikan mereka turun drastis. Hanya mencapai rata-rata 3 kilogram saja tiap harinya.

BACA JUGA: Ikan Melimpah, Melaut Sebentar Bisa Bawa Pulang Rp 5 Juta

Beberapa nelayan yang nekat melaut terpaksa pulang lebih awal sehingga nyaris tanpa mendapatkan tangkapan ikan sama sekali.

Padahal, jika kondisi normal, setiap perahu mampu menghasilkan rata-rata 15 sampai 20 kilogram ikan.

BACA JUGA: Nelayan Merasa Diuntungkan Kebijakan Menteri Susi

Namun, sejak hampir dua bulan ini, tangkapan ikan hanya mencapai rata-rata 3 hingga 4 kilogram ikan saja , dan itu pun hanya jenis ikan rajungan.

Abdul Latif, nelayan Desa Kradenan, mengaku minimnya tangkapan tersebut, tak mampu menutup biaya operasional melaut yang tinggi.

BACA JUGA: Cuaca Buruk, Delapan Penerbangan di Palembang Ditunda

"Terutama untuk membeli kebutuhan umpan serta bahan bakar yang menghabiskan kisaran Rp 300 ribu, untuk sekali melaut," ujar Abdul.

Cuaca buruk juga memaksa ratusan nelayan lainnya, berhenti melaut.

Sambil menunggu cuaca membaik, mereka memilih memperbaiki dan mengamankan perahu beserta perlengkapan lainnya ke atas pantai.

Para nelayan mengaku hanya bisa pasrah. Berharap cuaca segera normal, sehingga bisa beraktivitas mencari ikan seperti hari biasa. (pul/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Asyik, Rute Penerbangan Kupang-Australia Akan Dibuka Kembali


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler