Nomor Ponsel Cagub Dikloning, Sebarkan SMS Blasting

Kampanye Hitam Sasar Jago PDIP di Pilkada Kepri

Minggu, 29 November 2015 – 22:11 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Rieke Diah Pitaloka (memegang payung biru), bersama calon gubernur Kepri, Soerya Respationo dan pendampingnya, Ansar Ahmad di Batam, Minggu (29/11). Foto: William Seipattiratu/Batam Pos/JPG

jpnn.com - BATAM - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengungkapkan adanya upaya untuk menjatuhkan jagonya di pilkada Kepulauan Riau, yakni Soerya Respationo-Ansar Ahmad. Sebab, ada kampanye hitam alias black campaigne yang menyasar pasangan nomor urut 2 yang dikenal dengan sebutan SAH itu.

Megawati mengungkapkan hal itu saat hadir pada kampanye Soerya-Ansar di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Batam, Minggu (29/11). “Saya baru ke sini dan saya sudah dengar adanya hal-hal yang tidak baik," katanya.

BACA JUGA: Panwas Kaltara Selidiki Baliho di Depan Markas TNI AL

Namun, Presiden RI kelima itu mengajak para pendukung dan simpatisan SAH untuk tak ciut nyali pada  kampanye hitam dan intimidasi. Ia juga wanti-wanti agar jangan sampai pendukung dan simpatisan calon yang diusung PDIP, PAN, Golkar dan Hanura itu tergiur politik uang. "Jangan lupa pilih nomor dua,” pintanya.

Sedangkan Soerya mengatakan, akhir-akhir ini ada layanan pesan yang beredar di warga Kepri dengan mencatut namanya. Yakni ada pihak yang mengkloning nomor telepon selularnya dan menyebarkan SMS bermuatan fitnah.  

BACA JUGA: Megawati Bekali Jago PDIP di Pilkada Kepri dengan Konsep Mewujudkan Trisakti

SMS itu beredar di kalangan warga Batam. Isinya, pasangan Soerya-Ansar akan menjadikan Batam sebagai kota yang kaya tapi amoral.

Terang saja Soerya menepisnya. "Metodenya SMS blasting (pengiriman ke banyak nomor secara bersamaan, red). Padahal saya tak pernah SMS seperti itu. Tapi seolah-olah orang menerima SMS dari saya yang isinya seperti itu," katanya.

BACA JUGA: Awas! Muratara Masuk Zona Merah

Ketua DPD PDIP Kepri itu mengaku mendapat laporan dari tim kampanyenya bahwa SMS itu sudah beredar luas. Bahkan, ada pula SMS yang isinya janji pasangan SAH untuk membayar Rp 500 ribu kepada warga dan simpatisan yang hadir pada kampanye di Stadion Temenggung siang tadi.

"Isinya agar simpatisan yang hadir di kampanye tadi, saat acara selesai, mendatangi panitia untuk mengambil uang  sebesar Rp 500 ribu. Yang terjadi kemudian keributan," katanya.

Bukan kali ini saja ia menjadi korban SMS fitnah. Bahkan, katanya, pernah pula ada SMS yang tersebar luas dan menyerangnya secara pribadi.

"Saya pernah ditelepon seorang ibu yang marah-marah. Saya kaget. Setelah saya tanya, ngakunya dapat SMS dari saya soal itu. Karena yang muncul di SMS itu seakan-akan dari nomor saya. Padahal itu tak benar," bebernya.

Karenanya, Soerya pun tak akan mendiamkan hal itu. Ia akan melaporkan hal itu ke Panitia Pengawas Pemilu.

"Tim yang akan melaporkan. Karena korbannya bukan saya saja. Tapi nomor-nomor HP tim kampanye saya kelihatannya dikloning mereka untuk menjadi bahan kampanye hitam," ungkapnya.(ian/batampos/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Adik Atut Siapkan 216 Saksi TPS


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler