Nuansa 99 Pasangan Khofifah – Emil Dardak, Seru Banget

Sabtu, 16 Februari 2019 – 00:31 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indah Parawansa dan Wagub Jatim Emil Dardak melintas di Jalan Ahmad Yani menyapa warga Kota Surabaya, Kamis (14/2/2019). FOTO: Dipta Wahyu/Jawa Pos

jpnn.com, SURABAYA - Pasangan Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak menjalani serangkaian acara di hari pertamanya sebagai gubernur - wagub Jatim, Kamis (14/2).

Selain jadi ajang perkenalan dan silaturrahmi duet Khofifah-Emil dengan publik, event perdana pascadilantik itu dijadikan ajang islah setelah kontestasi Pilgub Jatim 2018.

BACA JUGA: Gayeng! Khofifah Nyanyi Kabeh Sedulur Kabeh Makmur di Hari Pertama jadi Gubernur

Seperti yang terlihat ketika menyampaikan pidato kerakyatan di lapangan tugu pahlawan. Di hadapan para aparatur sipil negara serta masyarakat yang hadir, Khofifah memberikan penghormatan khusus terhadap kompetitornya pada Pilgub lalu, duet Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.

”Program-program yang sudah dirumuskan beliau, kami akomodir dalam program kami lima tahun ke depan,” katanya.

BACA JUGA: Khofifah Resmi Gubernur Jatim, SPP SMA - SMK Gratis Mulai Tahun Ajaran Baru

Tak hanya itu, Khofifah juga sempat menyanyikan lagu berjudul 'kabeh sedulur kabeh makmur' yang jadi lagu dan tagline Saifullah-Puti selama masa kampanye Pilgub lalu.

BACA JUGA: Emil Dardak pun Tersenyum Mendengar Pujian Khofifah

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan wakilnya Emil Elistianto saat diarak 9 Jeep untuk menyapa warga Surabaya dari Masjid Al Akbar ke Grahadi, Kamis (14/02/2019). Foto: Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos

Nuansa islah itu makin terasa saat agenda syukuran dan open house yang digelar duet Khofifah-Emil di gedung negara Grahadi. Sekitar pukul 21.30, Saifullah Yusuf bertemu dengan mantan rivalnya itu.

Suasana pertemuan mereka begitu gayeng. Sejumlah isu dibahas dalam pertemuan itu. ”Semoga, beliau (Khofifah-Emil) mampu membawa Jatim lebih baik ke depan,” kata Saifullah.

Saifullah mengaku mengapresiasi duet Khofifah-Emil yang mau membuka diri berbagai masukan, termasuk mengakomodir visi misinya dalam Pilgub lalu.

”Kepemimpinan beliau tidak perlu diragukan. Tinggal bagaimana pelaksanaannya. Semoga, seluruh jajaran pemprov bisa mengikuti,” katanya.

Rangkaian acara hari pertama duet Khofifah-Emil sebagai Gubernur-Wagub Jatim diawali dengan silaturrahmi mereka ke Ponpes Amanatul Ummah. Di sana, mereka bersilaturrahmi dengan para kiai dan ulama yang berkumpul di sana. Tercatat, ada 99 kiai yang hadir.

Setelah itu, keduanya bergerak menuju Masjid Al Akbar. Di sana, Khofifah-Emil melangsungkan salat dan doa bersama. Juga ada sesi sujud syukur.

Agenda lantas dilanjutkan dengan konvoi menuju Tugu Pahlawan. Di sesi itu, Khofifah-Emil menaiki Jeep kuno diiringi lantunan Shalawat oleh 1.000 rebana pelajar Jatim. Mereka diantar oleh 99 jeep kuno yang dikemudikan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov dan para relawan.

Begitu tiba di Tugu Pahlawan, keduanya disambut dengan tarian remo sebelum membacakan pidato kerakyatan.

Setelah itu, keduanya lantas diarak menuju gedung negara Grahadi dengan menaiki kereta Ul Daul Pamekasan dengan dikawal 99 sepeda kuno milenial, para relawan, komunitas musik patrol hingga dan sejumlah seniman lain.

Di Grahadi, Khofifah-Emil menggelar acara selamatan yang dihadiri perwakilan masyarakat dari seluruh Jatim. Konsep acara itu juga beda. Ada sesi buka bersama dan santunan bersama anak yatim. Selain itu, seluruh undangan diajak untuk lesehan.

Khofifah juga membeber rencana awalnya menjabat Gubernur. Di mana, dia sudah menyiapkan program perdana 99 hari ke depan. ”Program 99 hari ini saya bagi tiga bagian. 33 hari pertama, kedua, dan ketiga,” katanya.

Dia menyebut, dalam program 99 hari itu, yang jadi ruh adalah cetar (cepat efektif tanggap dan responsif). ”Bagaimana kita bisa memberikan layanan cetar bagi seluruh masyarakat,” katanya.

Nantinya, konsep cetar itu akan diberlakukan di seluruh instansi di lingkungan Pemprov. ”Tiap dinas memiliki tanggung jawab cetar. Ini juga berlaku terhadap masukan dan pengaduan masyarakat,” katanya.

Karena itu, nantinya masyarakat/stakeholder bisa memberikan masukan maupun rekomendasi atas kecepatan layanan itu.

Dalam program 99 hari ini, Khofifah menyebut ada dua jenis program. Yakni yang sudah didanai melalui APBD 2019, juga non-APBD. (ris/puj)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wejangan Pak Tjahjo untuk Mbak Khofifah dan Mas Emil


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler