Nyolong Mobil Jual di Aceh, Pulang ke Medan Langsung Didor

Rabu, 25 Maret 2015 – 11:59 WIB

jpnn.com - MEDAN - Dua otak pelaku sindikat pencurian mobil milik Herdin Saragih ditembak petugas Satuan Reskrim Polresta Medan, Rabu (25/3). Keduanya adalah Diego Fransiskus Sihotang alias Cuplis (23), penduduk Jalan Pintu Air IV, Kelurahan Kwala Bekala, Medan Johor, dan Esron Sitepu (32), penduduk Jalan Starban, Medan Polonia, yang ditangkap dari lokasi serta waktu berbeda.

Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Bram mengatakan, penangkapan kedua pelaku berdasarkan pengembangan laporan pengaduan korban pencurian mobil Mitsubishi Colt T 120 SS BK 8673 BJ pada 28 November 2014 lalu di Jalan Keruntung, Kelurahan Sidorejo, Medan Tembung.

BACA JUGA: Garap Anak Sendiri Sepuluh Tahun, Istri Laporkan Suami ke Polisi

"Kedua pelaku kita tembak lantaran melawan petugas dan berusaha melarikan diri saat ditangkap. Mereka ditangkap dari tempat berbeda," kata Bram, Rabu (25/3) sore.

Menurut Bram, setelah dilakukan penyelidikan ternyata ada empat orang yang melakukan aksi pencurian mobil tersebut yakni Roy Tarigan dan Terkelin Sinulingga. 

BACA JUGA: Dua Pelajar Spesialis Bongkar Warung Ini Bonyok Dimassa

"Roy Tarigan sudah tertangkap dan ditahan di Polres Sergai, sementara Terkelin Sinulingga masih dalam pengejaran," ujar Bram.

Hasil introgasi penyidik, sebut Bram, para pelaku sudah beraksi di tujuh lokasi dengan sasaran utama kendaraan jenis L-300. Saat beraksi, mereka selalu merusak kunci kontak mobil dengan letter T serta starter. 

BACA JUGA: Bermotif Perempuan, Oknum TNI Ini Sekarat Dibacoki Preman

"Hasil kejahatan dijual ke Aceh secara utuh. Tapi lebih banyak dicincang di Medan karena tidak ada pembeli. Artinya, mereka mencari pembeli untuk dijadikan suku cadang," jelas Bram.

Sementara itu, tersangka Cuplis mengaku sudah dua kali ikut dalam sindikat tersebut. Sebelum Mitsubishi Colt T 120 SS, ia lebih dulu mencuri Taft GT di kawasan Tanjung Morawa.

"Peran kami berbeda. Ada yang bertugas merusak kunci, mendorong agar jauh dari lokasi parkir semula dan lainnya. Setiap berhasil, saya mendapat Rp300 ribu," aku pria tamatan SMP ini.

Sedangkan Esron mengaku tiga kali terlibat dalam pencurian mobil tersebut. Dua di antaranya Taft GT di Tanjungmorawa dan di kawasan Jalan Setiabudi. "Saya juga dapat bagian Rp300 ribu. Kami hanya bertugas mendorong agar jauh dari lokasi parkir semula," ujarnya.(ris/adz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Guru Buang Celana Siswa ke Sungai


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler