'Nyonya Tua' Nan Cantik Makin Memikat

Rabu, 27 Januari 2016 – 11:55 WIB
Kota Tua Ampenan. FOTO: Lombok Post/JPNN.com

jpnn.com - Kota Tua Ampenan mulai bersolek. Ia nampak lebih cantik dari biasanya. Tidak heran semakin banyak pelancong yang kepicut. Lihat saja, sekarang si “nyonya tua” seperti muda kembali.

SIRTUPILLAILI, Mataram (Grup JPNN)

BACA JUGA: Kisah Haru Mengentaskan Anak Jalanan Hingga Berurusan dengan Polisi

Tulisan Pantai Ampenan menyambut di gerbang kedatangan. Dulunya, di sini terdapat gapura berbentuk lumbung tinggi dan kaku. Kini pendangan mata terasa lebih luas, asri dengan taman kecil di depannya.

Dari pintu masuk gemuruh ombak dan sunset sudah memanggil untuk mendekat. Tempat parkir pun kini lebih rapi, ada pagar-pagar pembatas, dinding gudang bagian timur yang dulu kumuh kini dihiasi dengan gambar artepak bak dinding Candi Borobudur. Tergambar di sana kehidupan masyarakat Ampenan dengan segala akvitasnya.

BACA JUGA: Berubah jadi PNS Pusat? Masa Harus Tinggalkan Gaji Rp 78 Juta?

Sebelum sampai ke tepi pantai, pengunjung harus melalui taman luas yang memiliki panggung pertunjukan. Arena ini kerap dijadikan tempat bermain anak-anak atau juga bisa untuk selfie-an.

Dulu di sini terdapat lapak-lapak pedagang kaki lima yang kumuh. Kini, di sepanjang lorong menuju pantai, para pedagang makanan berjejer rapi. Berbagai macam kuliner khas bisa dinikmati di sini. Mulai dari pelecing kangkung, sate ikan, ikan bakar, jagung bakar, gorengan, atau sekadar ingin menikmati kopi hitam khas Lombok, di tempatnya.

BACA JUGA: Ternyata, Sudah Ratusan Orang Indonesia yang Mengaku Nabi

Di sepanjang pesisir pantai, terdapat hiasan batu sikat, pengunjung bisa berjalan kaki, joging sambil menikmati deburan ombak.

Di sini, pengunjung tumpah ruah, lapak-lapak yang dulu kumuh kini terlihat lebih rapi. Semua warung terbuka, tidak ada lagi lapak remang-remang atau bau minuman keras.

Di sepanjang pesisir pantai inilah pengungjung tumpah ruah. Bersama kerabat, keluarga atau pasangan mereka menikmati detik-detik ketika matahari meneggelamkan diri di ufuk barat, memancarkan warna merah.

Meski belum sempurna, namun penataan eks Pelabuhan Ampenan sudah mulai dirasakan dampaknya oleh warga. Terutama pedagang kaki lima di sekitar lokasi. Banyaknya pengunjung membuat kantong mereka lebih terisi.

Seperti Inaq Inu, salah seorang penjual makanan di kawasan tersebut. Warungnya terletak di pojok belakang di bagian utara. Namun di sini pembeli harus antri setengah jam karena ramai.

Berbagai makanan khas dijual di sini mulai dari pelecing urap, sate ikan, makanan laut seperti kerang, cumi dan sebagainya. Harganya pun cukup terjangkau.

Ibu yang sudah berjualan selama tujuh tahun di kawasan Ampenan ini mengaku, setelah ada penataan, pengunjung lebih ramai. Bahkan ada yang berkelakar, Ampenan sekarang bisa mengalahkan Mal.

Ia membuka lapak dari jam 16.00 Wita dan baru tutup sekitar pukul 21.00 Wita. Harga makanan yang dijual variatif. Mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 30 ribu. Tergantung jenis makanan dan jumlahnya.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bukit Percintaan, Destinasi Wisata Baru di Lombok Barat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler