Obama Football, McCain Tinju Bayaran

Rabu, 05 November 2008 – 09:35 WIB
LOS ANGELES - Ada banyak cara untuk mengendurkan keteganganTapi, dua calon presiden Amerika Serikat, Barack Obama dan John McCain, ternyata memilih cara yang sama: memadukan politik dengan olahraga

BACA JUGA: Rayu Pemilih dengan Kopi dan Es Krim



"Pada titik ini, tanpa bermaksud menggunakan metafora olahraga, semuanya tinggal menunggu apa yang terjadi di lapangan," kata Obama ketika diwawancarai presenter olahraga Jim Gray di sela-sela penayangan laga National Football League Senin malam lalu (3/11).

"Saya rasa, tembakan saya sudah tepat mengenai sasaran
Tapi, Anda tidak akan pernah mengetahuinya sebelum terdengar bunyi tanda pertandingan telah berakhir," lanjut pria keturunan Kenya tersebut.

McCain tak mau kalah

BACA JUGA: Test DNA Pastikan Kematian Fossett

Diwawancarai secara terpisah, veteran Perang Vietnam berusia 72 tahun itu juga meminjam istilah olahraga untuk menyuarakan optimismenya
"Dengan rendah hati, saya bersyukur bahwa saya yang hanya atlet biasa di Akademi Angkatan Laut sudah melampaui masa kampanye dan akan mencapai garis finis sebagai presiden dari negeri terhebat di dunia," ujarnya

BACA JUGA: Melihat Dinasti Politik Malaysia Berebut Kekuatan



Lalu, sebagai kandidat yang mengusung tema perubahan, kira-kira perubahan seperti apa yang diharapkan Obama di dunia olahraga? Tanpa ragu, Obama mengharapkan adanya playoff secara nasional untuk college football

"Saya membayangkan delapan tim, tiga pertandingan untuk sampai ke level nasionalSaya pikir, itu masuk akal," katanya"(Perubahan) itulah yang akan menjadi prioritas utama saya untuk disahkan," tambahnya secara bergurau

Bagaimana McCain? Tak seperti Republikan konservatif pada umumnya, McCain ternyata menaruh kepedulian pada petinjuDia berharap adanya serikat pekerja untuk melindungi kepentingan para petinju bayaran.(Rtr/hep/ttg)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 90 Ribu Tewas karena Ular


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler