Ogah Ikut-ikutan Golkar, Demokrat Siapkan Capres dari Internal

Selasa, 02 Agustus 2016 – 10:39 WIB
Syarif Hasan. Foto: dok jpnn

jpnn.com - JAKARTA- Gebrakan Partai Golkar yang tanpa basa-basi langsung mengusung Presiden Joko Widodo untuk Pilpres 2019, terus mendapat kritik dari partai-partai lain. Partai beringin dianggap terburu-buru, bahkan ada yang menyebut Golkar terlalu merendahkan martabatnya di hadapan presiden.

”(Dukungan, Red) itu terlalu dini wajar bila mendapat cibiran dari parpol lain,” ungkap Wakil Ketua Partai Demokrat, Syarifuddin Hassan kepada wartawan di Komplek Parlemen Senayan, Senin (1/8).

BACA JUGA: Belum Ikhlas, PKS Bakal Tagih Lagi Kursi Ketua MKD

Menurut Syarif, partai harusnya berusaha meningkatkan elektabilitas dan memunculkan calon dari internal. Karena itu, dia pastikan Demokrat tidak akan mengikuti manuver Golkar yang belum apa-apa sudah mendukung Jokowi. 

”Kalau Golkar calonkan Jokowi, pasti kita tidak. Kita masih berusaha naikkan elektabilitas kita,” ucap Syarif.

BACA JUGA: Beginilah Cara Polisi Selidiki Testimoni Fredi Budiman ke Koordinator KontraS

Sebelumnya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mencibir manuver yang dilakukan oleh Partai Golkar. Bahkan, partai Kabah itu menyatakan takan meniru partai beringin yang telah resmi mengusung Joko Widodo (Jokowi) sebagi calon presiden. 

Pasalnya, langkah tersebut untuk mengunci posisi calon wakil presiden di pemilu 2019 mendatang. ”PPP menegaskan tidak ingin latah meniru keputusan Partai Golkar yang mengusung Jokowi pada pilpres 2019 nanti,” cibir Arsul Sani, Sekjen PPP. (aen/dil/jpnn)

BACA JUGA: Duh, Jangan-Jangan TKI Tewas di Malaysia Juga Dibeginikan

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ini Alasan Maritime Security Singapura Mengagumi Bakamla RI


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler