OJK Desak Bank Segera Ganti Uang Korban Skimming

Kamis, 29 Maret 2018 – 01:50 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya saay memperlihatkan sindikat skimming ke awak media, Sabtu (17/3). Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK terus berusaha mengatasi dan mencegah pencurian data serta uang nasabah alias skimming.

Salah satunya berkoordinasi dengan perbankan. Sebab, kasus skimming sedang marak.

BACA JUGA: Pendapat Pakar Digital Forensik soal Kartu Chip, Oh Ternyata

Terbaru, empat nasabah BRI di Batam menjadi korban skimming pada Senin (26/3).

BRI pun telah mengganti uang nasabah di Batam dengan total kerugian Rp 14 juta.

BACA JUGA: Skimming Tidak Hanya Lewat Mesin ATM

Empat korban tersebut menambah jumlah nasabah BRI yang terkena skimming di Kediri yang sebanyak 33 orang.

Di luar itu, 141 nasabah Bank Mandiri juga terkena skimming dengan total kerugian Rp 260 juta.

BACA JUGA: OJK Tegaskan Skimming Bukan Kesalahan Nasabah

’’Kami harus pastikan apabila hal itu bukan kesalahan konsumen, maka harus dilindungi. Itu prinsip. Kecuali kalau konsumennya yang ngasih PIN (personal identification number), beda cerita lagi,” ujar Deputi Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sardjito, Selasa (27/3).

Menurut dia, OJK selalu meminta perbankan cepat mengganti kerugian semua nasabahnya yang terkena skimming.

Namun, tidak ada teguran maupun sanksi yang diberikan kepada perbankan oleh OJK.

Sebab, indikasi kejadian skimming ini adalah murni kriminal. Belum ada bukti mengenai keterlibatan orang dalam perbankan.

’’OJK itu akan fair siapa yang bersalah. Kalau itu crime, kan, enggak ada yang bisa disalahkan. Jadi, penjahatnya lebih pintar,” tambah Sardjito.

Sejauh ini, OJK hanya menyampaikan imbauan kepada perbankan agar meningkatkan IT security-nya supaya tidak mudah dijebol.

Penjagaan mesin-mesin automatic teller machine (ATM) di lapangan juga perlu ditingkatkan.

Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Bambang Tribaroto mengungkapkan, sampai kemarin tidak ada penambahan jumlah korban skimming.

BRI masih sibuk mengganti kartu debit milik para nasabahnya, dari kartu berbasis pita magnetik ke kartu berbasis chip.

Penggantian itu diutamakan hanya untuk nasabah yang kartunya diblokir sepihak oleh BRI serta menerima SMS permintaan penggantian kartu dari BRI.

Pemblokiran kartu itu dilakukan pada nasabah di berbagai kota seperti Batam, Jogjakarta, dan Pontianak. (rin/c17/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Empat Nasabah BRI Batam Jadi Korban Skimming


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler