Oknum Kadis Pelaku Pelecehan Seksual terhadap Bawahan Itu Dilaporkan ke Polisi

Sabtu, 07 Agustus 2021 – 23:18 WIB
Ilustrasi korban pencabulan. Foto: Dokumen JPNN.com

jpnn.com, DAIRI - Seorang oknum kepala dinas (kadis) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi harus berurusan dengan polisi. Penyebabnya, dia dilaporkan telah melakukan dugaan pelecehan seksual terhadap bawahannya.

Oknum pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Dairi itu dilaporkan bawahannya yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid), Senin (3/7).

BACA JUGA: Bripka ES Dipecat dengan Tidak Hormat, Ini Sederet Kesalahannya, Kapolres Bilang Begini

Suami korban yang tidak bersedia namanya dipublikasi kepada wartawan di Mapolres Dairi, Senin (3/7) menerangkan, dia dan istri serta didampingi keluarga datang ke Polres Dairi melaporkan pelecehan seksual diduga dilakukan pimpinan istrinya.

Suami korban mengatakan, istrinya mendapat pelecehan seksual dari pimpinannya dengan cara memeluk istrinya dari depan.

BACA JUGA: Bripka ES Dipecat Secara Tidak Hormat, AKBP Heru Beri Tanda Silang pada Fotonya

Diterangkannya, dugaan pelecehan seksual berawal dari oknum kadis memanggil istrinya yang merupakan kepala bidang, bersama rekannya usai melaksanakan apel pagi pada 10 Mei 2021 lalu.

Keduanya dipanggil kadis terkait seorang aparatur sipil negara (ASN) yang jarang masuk kantor. Namun, teman korban keluar dari ruangan kadis setelah selesai memberikan keterangan terkait ASN yang jarang masuk tersebut.

BACA JUGA: Oknum Satpol PP Peras Warga, Modusnya Buat Setoran ke Komandan dan Atasan

Selanjutnya, istrinya menanyakan soal pengusulan cuti kepada kadis. Lalu, kadis mengatakan, bagaimana pekerjaanmu jika cuti. Dan korban menjawab, pekerjaan akan dibereskan meskipun cuti.

Pada saat itu, pintu ruangan kadis keadaan tertutup. Oknum kadis itu bangkit berdiri dari tempat duduknya dan mengajak korban cas/tos tangan serta memegangi kepala korban. Saat itu, istrinya bingung dan tiba-tiba oknum pimpinan OPD itu memeluk korban.

Korban berontak dan mendorong pelaku, dan istrinya kabur dari ruangan kadis dimaksud. Atas kejadian itu, ia dan keluarga tidak terima atas perlakuan pelecehan seksual dilakukan oknum Kadis itu.

Suami korban mengaku, sudah melaporkan kejadian itu ke sekretaris daerah (sekda). Kedua belah pihak dipanggil pada 28 Mei. Pada saat pertemuan itu, turut dihadiri sekda, inspektorat dan kepala badan kepegawaian pengembangan sumber daya manusia (BKPSDM).

“Oknum Kadis itu sempat tidak mengaku. Korban menceritakan kembali kronologis tersebut, dan kemudian oknum kadis minta maaf,” katanya.

Setelah oknum Kadis diminta pergi, katanya, Sekda menanyakan keinginan korban. Korban bersama keluarga hanya meminta korban dipindahkan dari dinas tersebut, dan oknum kadis dinonjobkan. Namun, sampai sekarang hal itu tidak ada. Ia mengaku istrinya trauma tetap bekerja di kantor tersebut.

“Kami minta istri dipindahkan dari dinas itu. Dan yang bersangkutan dinonjobkan,” kata sumber. Setelah tidak ada tindak lanjut, keluarga dan korban sepakat buat pengaduan ke Mapolres Dairi.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Dairi, Dapot Hasudungan Tamba dikonfirmasi, terkait hal itu, tidak bersedia memberikan komentar.

Dapot mengatakan, kasus itu sudah ditangani pihak berwajib. "Kami tunggu saja prosesnya ya," kata Dapot.

BACA JUGA: Mbak Farida Setiap Hari Buka Warung Sayur, Ternyata Cuma Kedok Belaka

Kasubbag Humas Polres Dairi Iptu Donny Saleh dikonfirmasi, membenarkan korban serta keluarga sedang buat laporan. "Mereka masih dimintai keterangan sekarang, ujar Donny Saleh. (rud/azw/sumutpos)

 


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler