Omzet Motor Stagnan Rp 96 Triliun

Kamis, 30 Oktober 2014 – 07:15 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Penjualan sepeda motor diperkirakan stagnan di angka 8 juta unit pada tahun 2015 jika Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi hingga Rp 3.000 perliter.

Padahal industri sepeda motor telah menjadi penggerak ekonomi nasional dengan omzet berkisar Rp 96 triliun.

BACA JUGA: Airbag Rusak, Honda Tarik 942 Unit Brio

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) Gunadi Sindhuwinata mengatakan, penjualan sepeda motor tahun depan diperkirakan 8 juta unit, atau stagnan dibanding estimasi penjualan tahun ini. Omzet diproyeksikan mencapai Rp 96 triliun dengan asumsi harga motor rata-rata Rp 12 juta per unit.

"Proyeksi itu disesuaikan dengan ekspektasi kondisi ekonomi dalam negeri dan global," ujarnya disela Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2014 kemarin (29/10).

BACA JUGA: Pertamina -Genjot Kapasitas Produksi Minyak

Menurut dia, ekonomi domestik bakal dipengaruhi rencana pemerintahan menaikkan harga BBM bersubsidi kuartal IV tahun ini atau tahun depan. Paska kenaikan itu inflasi diperkirakan meningkat, sehingga menggerus daya beli masyarakat. Imbasnya, penjualan motor tertekan.

"Karena masyarakat mengurangi konsumsi yang sifatnya sekunder, mereka akan mementingkan kebutuhan primer dulu seperti makan, rumah dan pakaian," tukasnya.

BACA JUGA: Jaring Wisatawan Surabaya ke Jerman

Pihaknya berharap Pemerintah baru tidak menekan pertumbuhan industri sepeda motor nasional. Sebab jika industri motor berkembang bisa berimbas positif pada pemasukan negara.

"Jangan sampai motor disebut sebagai penyebab kemacetan atau kecelakaan. Pasar motor kita sudah berhasil menjadi negara dengan industri sepeda motor terbesar ketiga di dunia. Tahun ini Indonesia 8 juta unit, India 11 juta unit dan Tiongkok 26 juta unit," terangnya.

Presiden Direktur Yamaha Indonesia Dyonisius Beti mengatakan, produsen sepeda motor terus berusaha mencari teknologi yang paling irit bahan bakar. Salah satu yang sudah berhasil adalah Yamaha dengan teknologi Blue Core.

"Kita kan sudah tahu harga BBM akan segera naik, oleh karena itu kami menghadirkan teknologi Blue Core, dan ini akan mampu menghasilkan performa irit, sekitar 50 persen dibanding teknologi motor karburator," katanya.

Nantinya seluruh produk Yamaha di Indonesia akan diubah menggunakan teknologi dari Jepang itu. Teknologi yang didesain selama 2 tahun ini akan menjadi andalan Yamaha Indonesia.

"Semua produk kita nanti akan mengadopsi teknologi Blue Core ini. Tapi akan dilakukan secara bertahap, mungkin bisa mencapai 3 tahun untuk membuat seluruh produk Yamaha menjadi teknologi Blue Core, yang irit bahan bakar itu," sambungnya.

Asisten GM PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Mohammad Masykur menambahkan dalam teknologi ini proses pembakaran lebih disempurnakan sehingga menjadikan penggunaan bahan bakar lebih hemat.

"Meski irit tapi tetap bertenaga, didapat dari menjaga suhu mesin lebih stabil sehingga performa maksimal. Mesin dengan sistem rendah gesekan mengurangi kehilangan tenaga berlebih," jelasnya. (wir)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Karena Cuaca, Garuda Indonesia Tujuan Jakarta-Sibolga Delay


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler