Orang Tua Sadis Sekap 13 Anak Kandung, Apa Motifnya?

Kamis, 18 Januari 2018 – 19:21 WIB
David dan Louise Turpin bersama 13 anak mereka. Foto: Facebook

jpnn.com, CALIFORNIA - Pasangan suami istri Turpin, David Allen dan Louise Anna, bakal menjalani hearing perdana setelah diamankan polisi karena diduga menyekap 13 anak kandungnya pada Minggu (14/1). Keduanya dijatuhi dakwaan kemarin, Rabu (17/1). Kini mata dunia tertuju ke Amerika Serikat (AS).

Saat membuka pintu dan mendapati beberapa polisi di depan rumahnya, Louise langsung sinis. Dia kemudian meludah dua kali ke lantai sebelum akhirnya membiarkan polisi masuk ke rumah yang kotor dan bau tersebut.

BACA JUGA: Israel Senang Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina Dipangkas

Ketika polisi membawanya ke kantor, tatapan mata perempuan 47 tahun itu kosong. Dia terlihat seperti orang bingung. Tapi, dia tidak berusaha melawan.

’’David dan Louise masing-masing dikenai 9 dakwaan penganiayaan dan 10 dakwaan penelantaran anak.’’ Demikian bunyi keterangan tertulis Kantor Sheriff Riverside County sebagaimana dilansir Reuters kemarin.

BACA JUGA: Orang Tua Durhaka! Sekap 13 Anak di Ruangan Pengap dan Gelap

Sayangnya, meski sudah berusaha mengorek keterangan dari David dan Louise, polisi belum bisa mengungkap motif penyekapan.

’’Tadinya, saya berharap bisa memberitahukan kepada rekan-rekan media tentang motivasi pelaku dalam jumpa pers hari ini. Tapi, kami belum bisa melakukannya,’’ kata Kapten Greg Fellows dari Kantor Sheriff Riverside County. Dia mengatakan bahwa interogasi masih berlangsung.

BACA JUGA: Peringatan Dini Serangan Misil Gegerkan Hawaii, Eh Ternyata

Terpisah, petugas yang lain menyatakan bahwa hasil investigasi awal menunjukkan adanya bukti-bukti penyiksaan pada tubuh 13 anak Turpin. Itulah yang membuat polisi mantap menjerat David dan Louise dengan pasal kriminal. Khususnya penganiayaan anak.

’’Jika Anda mendapati seorang gadis 17 tahun yang postur tubuhnya sama seperti bocah 10 tahun, kurang gizi, dan ada bekas luka di tubuhnya karena pernah dirantai di tempat tidur, saya yakin Anda pun akan menyebut gadis itu sebagai korban penganiayaan,’’ ungkap Fellows kepada Associated Press.

Saat polisi menggerebek kediaman Turpin pada Minggu, ada tiga bocah yang dirantai.

Sejauh ini, tidak ada indikasi bahwa 13 anak itu mengalami kejahatan seksual. Tapi, polisi terus menyelidikinya. Sebab, dalam kasus-kasus penyekapan sebelumnya, baik di AS maupun negara lain, rata-rata para korban juga mengalami kejahatan seksual.

Kasus Elisabeth Fritzl di Austria misalnya. Dia disekap selama 24 tahun oleh ayah kandungnya. Selama itu, dia diperkosa dan tujuh kali melahirkan.

Tujuh di antara 13 anak Turpin menjalani perawatan medis di Corona Regional Medical Center. Mark Uffer, CEO Corona Regional Medical Center, mengatakan bahwa pemulihan fisik dan mental anak-anak itu mungkin membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

’’Mereka anak-anak yang ramah. Mereka juga kooperatif dan punya semangat tinggi untuk bangkit dari kasus ini,’’ ujarnya.

Kemarin satu per satu tetangga Turpin mulai angkat bicara tentang keluarga yang baru pindah ke Kota Perris, Riverside County, Negara Bagian California, pada 2010 itu.

’’Bagaimana mungkin kami tidak pernah melihat anak-anak itu? Ada sembilan anak lain yang tidak pernah saya jumpai dan tidak pernah saya ketahui keberadaannya di rumah seberang itu,’’ kata Kimberly Milligan.

Selama dua tahun tinggal di rumah yang berseberangan dengan kediaman Turpin, Milligan hanya pernah melihat seorang bayi dan tiga bocah kecil. ’’Saat itu, si bayi digendong ibunya,’’ ujar perempuan 50 tahun tersebut.

Bocah-bocah itu terlihat kurus. Mereka juga sangat pucat. Pengakuan yang sama dipaparkan Nicole Gooding yang bertetangga dengan David dan Louise selama tiga tahun.

Fakta bahwa anak-anak Turpin tidak pergi ke sekolah formal karena orang tua mereka menerapkan homeschooling dan punya sekolah sendiri menjadi salah satu faktor yang membuat penyekapan itu tak terungkap.

Bahkan, polisi belum bisa mengungkap dengan pasti sejak kapan penyekapan tersebut terjadi. Itu juga membuat pemerintah setempat menyentil dinas pendidikan. Sebab, sekolah Turpin tercatat di sana.

’’Satu hal yang menarik adalah mereka sepertinya menggunakan sekolah itu sebagai kedok penyekapan tersebut,’’ kata Sherryll Kraizer, pendiri Coalition for Children, sebagaimana dilansir The Guardian. (hep/c19/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tahun Penuh Bencana di California


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler