Pahlawan Era Milenial Punya Tugas Penting

Sabtu, 11 November 2017 – 19:04 WIB
Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan, usai memimpin Rapat Paripurna DPR, Kamis (6/7). Foto: Humas DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan berharap peringatan Hari Pahlawan tak sekadar menjadi kegiatan seremonial yang diperingati setiap tahun.

Selain mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan, menurut dia, peringatan Hari Pahlawan harus dijadikan momentum untuk melanjutkan perjuangan bangsa.

BACA JUGA: Fahri Ingatkan Pemerintah Tak Obral Aset Tanpa Izin DPR

"Sebuah ungkapan mengatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati pahlawannya. Ungkapan ini mengingatkan sekaligus mengajak kita untuk melanjutkan perjuangan dan cita-cita para pejuang kemerdekaan, para pahlawan bangsa," kata Taufik di Jakarta.

Meski perjuangan kemerdekaan telah usai, lanjut dia, pengayatan dan pengamalan nilai-nilai kepahlawanan tak pernah selesai.

BACA JUGA: TNI Harus Segera Bebaskan Sandera KKB Papua

Pahlawan di masa lalu berjuang mengusir penjajah yang melakukan penindasan, tindakan sewenang-wenang, serta merampas sumber daya alam Indonesia.

"Saat ini, Indonesia sudah merdeka, sudah tidak ada penjajah dalam arti fisik. Namun, perjuangan belum selesai. Masih ada penjajahan dalam bentuk lain yang harus kita merdekakan," tegas Wakil Ketua Umum DPP PAN itu.

BACA JUGA: Indonesia Peringati Hari Pahlawan, Ini Pesan dari Fadli Zon

Menurut dia, Indonesia membutuhkan sosok pahlawan yang berjuang untuk membebaskan kebodohan, kemiskinan, serta mengokohkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Terlebih, bangsa asing terus berupaya mengintervensi, memecah belah, dan merampas kekayaan alam Indonesia.

"Kemerdekaan yang kita nikmati saat ini adalah buah perjuangan dan anugrah Tuhan Yang Maha Esa. Cara kita untuk mensyukurinya, melanjutkan perjuangan, menjadi pahlawan untuk melawan kemiskinan, kebodohan, dan kemajuan bangsa," imbuhnya.

Dalam setiap perjuangan bangsa dan peradaban, tambah dia, biasanya terdapat tiga tahapan, yakni generasi pejuang, generasi pembangun, dan generasi penikmat kemerdekaan.

Namun, dia berharap, tahapan perjuangan dan bangunan peradaban Indonesia tak pernah sampai pada generasi penikmat.

"Kita wajib bersyukur, tapi tak boleh puas. Biasanya, hancurnya sebuah peradaban disebabkan oleh generasi penikmat, generasi yang lupa akan cita-cita dan nilai luruh perjuangan bangsa. Indonesia lahir dengan cita-cita besar, diantaranya berperan aktif dalam menjaga ketertiban dan kedamaian dunia," tandasnya.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jawab Keluhan Presiden, Fahri Wacanakan Perubahan UU 12/2011


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
DPR   DPR RI  

Terpopuler