Pak Jokowi dan Mentan SYL Tanam Jagung di NTT, Pakai Teknologi Modern, Lihat tuh

Jumat, 25 Maret 2022 – 09:31 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) melakukan penanaman perdana jagung menggunakan teknologi modern. Foto: Kementan

jpnn.com, BELU - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) melakukan penanaman perdana jagung di lahan food estate di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (24/3).

Dalam melakukan penanaman jagung itu, Jokowi dan Mentan SYL menggunakan teknologi pertanian modern.

BACA JUGA: Kementan Bekali SDM Pertanian Taxi Alsintan untuk Tingkatkan Produktivitas

Penanaman jagung itu untuk mendukung mempercepat peningkatan perekonomian masyarakat pelosok perbatasan lintas negara serta mendukung ketahanan pangan.

Orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan lahan yang memliki luas 53 hektarniu akan ditanama jagung dan airnya menggunakan springkel yang berasal bendungan Rotiklot.

BACA JUGA: Tingkatkan SDM Berkualitas, Kementan Tandatangani PKS dengan IPB

"Dari sini kita memperluasnya (food estate,- red) hingga 500 hektar. Kalau itu berhasil, produksinya bagus kita melompat ke daerah yang  punya lahan pertanian datar seperti ini seluas 15 ribu hektar," kata Jokowi di NTT, Kamis (24/3).

Jokowi menuturkan pembukaan food estate itu merupakan salah satu terobosan dalam membangun kemajuan pertanian dalam satu hamparan luas dengan menggunakan teknologi modern.

BACA JUGA: Kementan Pastikan Stok Pangan Melimpah Jelang Ramadan, DPR Apresiasi Mentan SYL

Pasalnya, jika mencoba menggunakan teknologi di lahan-lahan seperti NTT ini, nanti akan kelihatan apa yang perlu diperbaiki dikoreksi dan alat mesin pertanian apay yang cocok digunakan di lahan kering.

"Saya yakin kita dapat memperbaiki kesejahteraan masyarakat NTT khususnya Kabupaten Belu, tetapi juga akan memperkuat ketahanan pangan nasional karena adanya lahan-lahan pertanian dibuka seperti di Kabupaten Belu, NTT ini," jelasnya.

"Kita harapkan nantinya produksi per hektarnya bisa kita lihat, petani mendapatkan keuntungan berapa dan setelah itu kita perluas," pinta mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Sementara itu, Mentan Syahrul mengatakan Jokowi mengapresiasi pengembangan kawasan food estate Kabupaten Belu dan sesuai perintah Presiden Jokowi perluasan areal harus terus diupayakan pada tahun ini.

Dengan mengintegrasikan laju pertanian dari hulu hingga hilir, food estate Belu diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan, gizi serta kesejahteraan petani.

"Presiden Jokowi ingin kehidupan masyarakat NTT mengalami peningkatan perekonomian, rakyat makin sejahtera. Salah satunya melalui bidang pertanian," ujarnya.

Lebih lanjut, SYL menjelaskan pengembangan kawasan food estate seluas 559 hektar di Kabupaten Belu itu tersebar di 4 kecamatan, yakni Leosama, Manleten, Umaklaran, dan Kecamatan Fatuketi yang terdiri dari pengembangan padi seluas 411 ha dan jagung seluas 148 ha.

Kegiatan pengembangannya dilakukan secara bertahap dari tahun 2021 hingga 2024.

"Kita harapkan untuk menambah menghasilan masyarakat di pinggir lahan akan ditanam komoditi perkebunan, hortikultura ditambah usaha peternakan ayam atau ebek dan sapi," tegasnya.

SYL berharap usaha pertanian yang terintegrasi hulu-hilir berbasis kawasan dan klaster menurut kesesuaian agro-ekosistem dapat tercipta dan dikembangkan pada kawasan tersebut.

Dengan demikian, tata kelola mulai dari pra hingga setelah panen ke depannya terus meningkat.

"Pertanian NTT harus mampu bersaing dengan di daerah lain seperti Jawa, Sulawesi, Sumatera dan kawasan ini harus menjadi percontohan untuk dikembangkan di lahan pertanian kering yang lain," tutup Mentan SYL. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menko Marves Monitor Progres Food Estate dari AWR Kementan


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Jokowi   Kementan   Jagung   Mentan SYL  

Terpopuler