PAM Jaya Serap Aspirasi Warga hingga Pakar Demi Meningkatkan Pelayanan

Selasa, 28 Februari 2023 – 19:30 WIB
Focus Group Discussion (FGD) bertema 'Mewujudkan Water Security dan Pelayanan Air Bersih Di Provinsi DKI Jakarta', pada Selasa (28/2). Foto: dokumentasi PAM Jaya

jpnn.com - JAKARTAPAM Jaya berkomitmen meningkatkan pelayanan air perpipaan di DKI Jakarta. Salah satunya dengan menyerap aspirasi dari warga, pakar, dan akademisi lewat Focus Group Discussion (FGD) bertema 'Mewujudkan Water Security dan Pelayanan Air Bersih Di Provinsi DKI Jakarta', Selasa (28/2).

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan PAM Jaya ingin mendapatkan perspektif yang lebih komprehensif mengenai mekanisme pengelolaan air yang telah berkembang.

BACA JUGA: Heru Budi Minta PAM Jaya Optimalkan Pelayanan untuk Warga DKI Jakarta

Melalui kegiatan ini, PAM Jaya membuka diri atas informasi dari beberapa elemen, mulai dari akademisi, warga, dan pakar sehingga solusi atas persoalan air di DKI Jakarta dapat dirumuskan secara tepat.

"Saat ini, 81 persen sumber air baku di DKI Jakarta didapatkan dari Jatiluhur, 14 persen dari Tangerang, dan baru lima persen yang didapatkan dari sumber air di kota ini," ucap Arief dalam keterangannya.

BACA JUGA: PAM Jaya Lakukan Inspeksi Final Sebelum Akhiri Swastanisasi Air

Menurut Arief, keterbatasan sumber air merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan cakupan layanan air perpipaan di DKI Jakarta baru sekitar 65,85 persen pada 2022 lalu.

"Hasil uji kualitas air oleh Dinas lingkungan Hidup pada 2021 menyebutkan sampel yang diambil dari sungai DKI Jakarta terindikasi satu persen tercemar ringan, 20 persen tercemar sedang, dan 79 persen tercemar berat," kata Arief.

BACA JUGA: Muhammadiyah Dukung PAM Jaya Layani 100 Persen Air di Jakarta

Tantangan lain adalah wilayah yang cukup luas sehingga terdapat perbedaan tekanan air.

Di wilayah yang jauh dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) PAM Jaya, warga cenderung mendapatkan tekanan air lebih kecil dibandingkan yang berada lebih dekat.

Hal tersebut karena pada jam sibuk, warga di sekitar aliran air akan membuka keran secara bersamaan.

"Contohnya di Marunda Kepu, Jakarta Utara, yang bersebelahan dengan laut. Kondisi suplai rendah ternyata disebabkan tekanan kecil di wilayah tersebut,” jelasnya.

Untuk itu, solusi yang dilakukan PAM Jaya adalah membangun reservoir komunal.

Prinsip reservoir komunal, yakni dengan menampung air pada jam di mana tidak banyak digunakan, kemudian tampungan air tersebut didorong oleh pompa ke rumah warga.

Hasilnya, warga Marunda Kepu bisa menikmati air, bahkan hingga di rumah paling ujung.

"Solusi yang terbukti berhasil ini akan kami replikasi ke beberapa wilayah, seperti Jalan Cilincing Huk Cacing, Jalan Raya STIP Marunda Makmur, Waduk Pluit - Jlalan Muara Baru Penjaringan, Kelurahan Tamansari, Gombol Paya – Kalideres, Booster Pump Tambora, Duri Kosambi, dan Kebon Kosong," tuturnya. (mcr4/jpnn)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler