PAN Jadi Penentu Satu Tiket Paslon di Pilwako Jambi

Rabu, 06 Desember 2017 – 15:01 WIB
Partai Amanat Nasional (PAN). Ilustrasi: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAMBI - Perebutan perahu dukungan Parpol di Pilwako Jambi saat ini hanya tinggal menunggu dukungan dari PAN, PDIP dan NasDem.

PDIP sudah memastikan dukungan ke Abdullah Sani, sementara PAN hingga ini belum menentukan arah dukungan.

BACA JUGA: Dilamar Jadi Cagub Jatim, Begini Jawaban Azrul Ananda

Di luar tiga partai itu, seluruh partai sudah menentukan arah dukungan ke calon petahan Sy Fasha-Maulana.

Inilah yang membuat dukungan PAN justru akan menjadi penentu satu tiket untuk pasangan calon.

BACA JUGA: PAN dan Gerindra Lamar Azrul Ananda jadi Cagub Jatim

Dengan catatan, PAN mendorong Kemas Alfarizy Arsyad dan berkoalisi dengan PDI Perjuangan yang menjagokan Abdullah Sani.

Karena 5 kursi partai berlambang matahari biru ditambah 6 kursi dari partai berlambang banteng ini sudah memenuhi 20 persen syarat minimal yakni 9 kursi. Koalisi ini bisa diperkuat 1 kursi dari NasDem yang juga belum mengeluarkan surat dukungan.

BACA JUGA: PAN Resmi Dukung Pasangan Edy-Ijeck di Pilgubsu

Namun jika partai yang digawangi Zumi Zola ini merapat dan mendukung pasangan Sy Fasha-Maulana, maka sudah dipastikan calon tunggal atau kotak kosong untuk pertama kali terjadi sepanjang sejarah Pilkada di Provinsi Jambi.

Karena kaolisi PDI Perjuangan dan NasDem tidak mencukupi syarat karena hanya memiliki 7 kursi.

Merapatnya PAN dengan koalisi petahana sebenarnya juga sangat terbuka. Terbukti, Fasha-Maulana akan menghadirkan Amin Rais, Ketua Majelis Pertimbangan Parta (MPP) PAN pada deklarasi.

Meskipun NasDem juga belum menentukan dukungan akan tetapi suara NasDem tidak terlalu diperhitungkan karena hanya memiliki 1 kursi di DPRD Kota Jambi. Berkoalisi pun dengan PDIP, jumlah kursinya juga belum mencukupi syarat minimal untuk mengusung satu pasangan calon.

Pasangan petahana Sy Fasha-Maulana, sudah selangkah lebih maju dan berencana akan deklarasi pada 9 Desember mendatang. Pasangan ini sudah mengantongi 8 dukungan tertulis dari Golkar, Hanura, Gerindra, PPP, PKPI, PKB, PBB dan PKS dan akan menyusul Demokrat.

Itu artinya, Fasha-Maulana sudah mengantongi 70 persen lebih kekuatan parlemen dengan dukungan 33 kursi. Dengan angka itu, keduanya telah memenuhi syarat untuk maju dan ditetapkan sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Jambi periode 2018-2023.

Ketua DPD PDI Perjuangan, Edi Purwanto menyakini tidak akan ada kotak kosong di Pilwako Jambi tahun depan. Karena partainya akan berkoalisi dengan PAN untuk mendorong Abdullah Sani.

“Saya pikir untuk kotak kosong, belum sejuah itu. Kita tunggu saja hingga, pendaftaran calon juga belum dilakukan,” ujarnya Senin (4/12) kemarin.

Edi menyebutkan, sejuah ini komunikasi partainya dengan PAN berjalan baik. Termasuk dengan Zumi Zola selaku Ketua DPW PAN Provinsi Jambi. “Komunikasi kita bagus. Kita punya kesamaan pandangan melihat Pilwako Jambi,” sebutnya.

Bagaimana jika PAN mendukung Fasha-Maulana? Ketua Percasi Jambi ini tidak ingin berandai-andai. Menurutnya, yang terpenting proses ini dilalui dengan baik hingga pendaftaran dilakukan di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kita tidak bisa berandai-andai. Makanya kita jalani proses ini, pendaftaran juga belum dilakukan,” sebutnya.

Sekretaris DPW PAN Provinsi Jambi, Khusaini hadir memberikan agin segar. Dibincangi harian ini, Khusaini mengatakan jika pihaknya sudah mengusulkan nama Abdullah Sani-Kemas Alfarizi Arsyad (Sani-Izi) ke DPP.

“Kalau usulan kami hanya dua nama. Kami mengusulkan pasangan Abdullah Sani-Kemas Alfarizi ke DPP,” bebernya.

Menurutnya, usulan ini sudah disampaikan ke pusat dan dan pihaknya tinggal menunggu keputusan dari DPP. Hanya saja usulan itu belum diproses karena ketua umum DPP PAN Zulkifli Hasan sedang berada di luar negeri.

“Jadi kami menunggu. Yang jelas usulan kami dua nama Sani-Izi,” katanya.

Bagaimana dengan rumor dukungan PAN yang merapat pada Fasha-Maulana, bahkan rencana kehadiran pendiri PAN Amien Rais dalam deklarasi?

Husaini mengatakan jika usulan DPW berdasarkan hasil penjaringan ditingkat DPD. Makanya hanya ada dua nama yang diusulkan untuk mendapatkan rekomendasi.

“Itu usulan yang kami sampaikan ke DPP. Tidak ada nama lain,” tegasnya.

Soal kemungkinan munculnya nama Fasha-Maulana di DPP, dirinya menilai itu sah-sah saja. Dalam politik kemungkinan bisa saja terjadi. “Kalau itu kami tidak tahu. Kami hanya mengusulkan dua nama ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kemas Alfarizy Arsyad mengatakan jika dirinya masih menunggu petintah partai. Sebagai kader dirinya harus selalu siap dengan semua kondisi dan tuntutan, termasuk jika didorong maju di Pilwako.

“Saya masih menunggu perintah partai. Apapun itu tentunya harus siap,” katanya.

Putra mantan Rektor Universitas Jambi (Unja), Kemas Arsyad Somad menyebutkan, sejauh ini dirinya belum mendapatkan konfirmasi dari DPW. Selaku kader diri hanya mengikuti proses dan mekanisme yang ada diinternal partai.

“Saya mengikuti proses yang ada. Sejuah ini belum ada petunjuk, kita tunggu saja. Yang pasti saya tetap harus siap,” sebutnya.(aiz)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pejabat Pemprov Jambi Kena OTT, Zumi Zola Apresiasi KPK


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler