PAN Merapat ke Koalisi Jokowi, PA 212 Ambil Ancang-Ancang

Rabu, 15 September 2021 – 15:40 WIB
Ketum PAN Zulkifli Hasan dan jajaran saat mendapat dukungan dari Ketum PA 212 Slamet Maarif jelang Pemilu 2019. Foto: ist

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif mengatakan pihaknya belum berbicara memberikan dukungan politik pada partai oposisi yang tersisa setelah PAN bergabung dengan koalisi pemerintah.

Setelah PAN merapat ke koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat ini tinggal dua parpol oposisi di DPR, yaitu PKS dan Partai Demokrat.

BACA JUGA: PAN Titip Soetrisno Bachir Masuk Kabinet, Uni Irma Merespons Begini

"Kami belum bicara dukung mendukung partai apa pun," kata Slamet Ma'arif saat dihubungi JPNN.com, Rabu (15/9)

Menurut Slamet, PA 212 akan tetap bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah meski partai pimpinan Zulkifli Hasan yang mereka dukungan pada Pilpres 2019 bergabung dengan koalisi Jokowi.

BACA JUGA: Santri Menutup Telinga saat Mendengar Musik Dicap Radikal, Yenny Wahid Bereaksi

"Mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak sesuai konstitusi dan ajaran agama," tegasnya.

Slamet Ma'arif juga menyatakan pihaknya akan menyikapi bergabungnya PAN ke koalisi Jokowi mengacu hasil Ijtima Ulama ke-4 pada 5 Agustus 2019.

BACA JUGA: KPK Didesak Pecat Novel Baswedan Cs, Chandra Membela, Begini Kalimatnya

Dia menjelaskan dalam Ijtima Ulama itu, PA 212 berkomitmen akan menjaga jarak dengan kekuasaan termasuk parpol koalisinya.

PA 212 juga mengambil ancang-ancang menjauhi PAN yang sudah menyatakan diri mendukung pemerintahan Jokowi.

"Apabila nanti resmi PAN gabung dengan masuk dalam kabinet, ya, kami juga akan jaga jarak," ungkap Slamet Ma'arif. (mcr8/jpnn)


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler