Pangkoopsgabsus: Helikopter Super Puma Mendukung Evakuasi Jenazah Teroris di Poso

Rabu, 14 Juli 2021 – 15:49 WIB
Helikopter Super Puma dengan pilot Mayor Pnb Budiono berhasil landing di Kosatgas Tricakti Lapangan Mayonif 714/SM Poso, Rabu (14/7/2021). ANTARA/HO-Puspen TNI

jpnn.com, JAKARTA - Satu unit helikopter Super Puma dikerahkan untuk membantu evakuasi jenazah dua terduga teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (14/7).

Perbantuan alat utama sistem persenjataan (alutsista) itu berasal dari Koops AU Makassar.

BACA JUGA: 2 Jenazah Teroris MIT Poso Dikawal Polisi Bersenjata Laras Panjang

"Kami melakukan koordinasi dengan Pangkoops AU II Marsda TNI Minggit Tribowo, untuk dapat memperkuat alutsista yang dapat mempercepat pengangkatan jenazah dari dalam lembah di Pegunungan Tokasa, Sulawesi Tengah," ujar Panglima Komando Operasi Gabungan Khusus Tricakti Mayjen TNI Richard TH Tampubolon dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (14/7).

Sekitar pukul 11.00 WITA, Rabu (14/7), helikopter Super Puma dengan pilot Mayor Pnb Budiono landing di Kosatgas Tricakti Lapangan Mayonif 714/SM Poso.

BACA JUGA: Inilah Tampang 2 Teroris Jaringan MIT Poso yang Ditembak Mati

Richard menjelaskan perbantuan itu dilakukan karena makin sempitnya waktu, yang dihadapkan dengan medan yang sulit serta ruang manuver udara yang sempit.

"Ini dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi," kata dia.

BACA JUGA: Moeldoko: Kekerasan di Poso bukan Persoalan Agama

Sebelumnya, Satgas Madago Raya melakukan penyergapan diduga kamp yang dihuni lima daftar pencarian orang (DPO) teroris Poso di Pegunungan Batu Tiga, Dusun Tokasa, Desa Tanalanto, Kabupaten Parigi Moutong, Minggu (11/7) pukul 03.30 WITA.

Tim Tricakti 2 yang dipimpin Lettu Inf David Manurung dari satuan Kopassus berhasil menyusup ke lokasi persembunyian dan kamp teroris Poso dengan mengandalkan unit kecil kekuatan lima orang, setelah melewati medan sulit serta hutan lebat.

Penyergapan tersebut telah melakukan tindakan tegas terukur terhadap dua buronan teroris di Poso yang masuk DPO Polda Sulteng.

Tiga lainnya melarikan diri, dan diperkirakan juga mengalami luka tembak.

Sebelum baku tembak terjadi, total ada sembilan dari 11 anggota MIT Poso berstatus DPO yang masih diburu Satgas Madago Raya.

Dengan tewasnya dua anggota teroris tersebut, diduga masih ada tujuh orang DPO MIT Poso dalam pengejaran. (antara/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler