Panglima TNI Bersyukur KLB Campak di Asmat Akhirnya Selesai

Satgaskes TNI Tetap Melanjutkan Pelayanan Medis

Kamis, 01 Februari 2018 – 17:50 WIB
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menggendong anak saat berkunjung RSUD Agats dan Posko Satgas Kesehatan TNI KLB, di Aula Wouru Cem Kesbangpol, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Kamis (1/2). Foto: Puspen TNI

jpnn.com, ASMAT - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengaku bersyukur karena Satuan Tugas Kesehatan (Satgaskes) Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk yang dibentuk sejak tanggal 16 Januari 2018, telah melaksanakan tugas dengan optimal dan mencapai hasil yang diharapkan. Setelah KLB campak dinyatakan benar-benar selesai diatasi, Satgas Kesehatan TNI tetap melanjutkan pelayanan medis kepada masyarakat di Asmat.

“Saya bersyukur bahwa KLB campak yang menimpa 600 anak-anak hari ini selesai, sudah tidak ada lagi permasalahan campak dan sebanyak 13.336 anak sudah divaksinasi campak oleh Satgas Kesehatan TNI,” ujar Panglima TNI saat mengunjungi RSUD Agats dan Posko Satgas Kesehatan TNI KLB, di Aula Wouru Cem Kesbangpol, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Kamis (1/2/2018).
 
Saat melakukan kunjungan ini, Panglima TNI didampingi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, dan Wakasal Laksdya TNI Achmad Taufiqoerrochman.

BACA JUGA: Panglima TNI Membekali Para Atase Pertahanan dan Calon Athan

Menurut Panglima TNI, Satgaskes TNI bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan lanjutan kepada masyarakat di 224 kampung yang ada di Kabupaten Asmat, terutama untuk menjaga kesehatan anak-anak yang rentan terhadap serangan penyakit campak ataupun gizi buruk.

Sedangkan untuk membantu permasalahan transportasi yang dialami tim dokter Satgas Kesehatan TNI dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat di 224 kampung tersebut, Panglima TNI mengatakan akan melibatkan Kapal Angkatan Laut untuk membantunya. 

BACA JUGA: Pemerintah Kebut Penanggulangan Kejadian Luar Biasa di Asmat

Menurutnya, TNI akan membantu membuka jalur transportasi dengan mengerahkan Kapal Angkatan Laut yang besar maupun yang lebih kecil melalui sungai dan rawa-rawa untuk masuk ke 224 Kampung di Asmat.

Selanjutnya untuk monitoring kesehatan masyarakat di kampung-kampung pedalaman, TNI akan menggelar alat komunikasi untuk memudahkan tim dokter berhubungan dengan posko yang berada di Agats. Sedangkan yang di Posko Agats rencananya akan dipasang visat dengan menggunakan handphone satelit.

BACA JUGA: Prajurit TNI Harus Waspada dan Tetap Menjaga Netralitas

“Apabila ada permasalahan yang tidak dapat ditangani di Asmat bisa langsung dikomunikasikan melalui visat TNI di Cilangkap untuk dikomunikasikan dengan Puskes TNI. Selanjutnya diambil langkah-langkah yang cepat dan tepat,” kata Panglima TNI.

Panglima TNI berharap dengan pemantauan permasalahan di 224 kampung tersebut, bisa termonitor langsung oleh posko dan segera mendapat penanganan dari tim medis Satgas Kesehatan TNI.  

“Jadi pelayanan medis terhadap warga Asmat tetap kita lanjutkan, kita tidak boleh hanya mengobati tetapi harus tetap dimonitor agar tidak muncul lagi wabah tersebut,” ucapnya seperti keterangan pers Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa.

Sementara itu, untuk mendorong masyarakat Asmat agar dapat menjalani kehidupan dengan baik, Panglima TNI menjelaskan bahwa TNI akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat di bidang pertanian, perikanan maupun kesehatan.

“Yang utama adalah masalah pendidikan bagaimana anak-anak dididik dan harus disekolahkan dengan baik,” tutupnya.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Satgaskes TNI Evakuasi Adam dan Eva Korban KLB Gizi Buruk


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler