Panglima TNI Langsung ke Lapangan Menemui Tim Pelacak, Begini Instruksinya

Minggu, 01 Agustus 2021 – 02:50 WIB
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (tengah) pada saat memberikan pengarahan kepada salah satu petugas tracer dalam menggunakan aplikasi Si Lacak, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (31/7/2021). (ANTARA/HO-Humas Polres Malang)

jpnn.com, MALANG - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengecek langsung penanganan pandemi Covid-19 pada sejumlah wilayah di Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Sabtu (31/7).

Saat itu, Panglima TNI berkomunikasi langsung dengan para tim pelacak kontak erat pasien positif Covid-19 untuk mengetahui penggunaan aplikasi Si Lacak (tracer digital).

BACA JUGA: Mengerucut 2 Nama, Siapa Calon Panglima TNI yang Dipilih Presiden?

Aplikasi buatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu digunakan untuk mencatat penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 di masing-masing daerah.

"Harus update pada aplikasi Si Lacak agar kita bisa monitor di Jakarta, apa yang dilakukan di sini," kata Hadi memberikan instruksi.

BACA JUGA: Ferdinand: Target Akhirnya Supaya Kaos sehingga Jokowi Bisa Dijatuhkan

Hadi langsung mengecek operasional aplikasi Si Lacak yang dilakukan oleh para Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Babinpotdirga yang bertugas sebagai tim pelacak di wilayah Malang Raya.

Dia bahkan meminta salah satu personel untuk mempraktekkan penggunaan aplikasi Si Lacak, seperti proses input data pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

BACA JUGA: Mobil Pejabat Tabrak Pesepeda dan Kabur, Videonya Viral, Begini Jadinya

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) itu mengingatkan bahwa pelaporan kasus terkonfirmasi Corona harus terus dilakukan agar tenaga kesehatan bisa segera mengambil tindakan penanganan, termasuk pelacakan kontak erat.

Pada saat ditemukan satu kasus positif, kata Marsekal Hadi Tjahjanto, maka tim tracer alias pelacak harus melakukan pelacakan kontak erat dan mereka harus menjalani tes usap berbasis antigen.

Aplikasi Si Lacak merupakan program penguatan pelacakan dalam menangani pandemi Covid-19 dan telah dilaksanakan di 51 kabupaten/kota di 10 provinsi.

Pelaksanaan aplikasi lacak Covid-19 melibatkan sukarelawan lapangan termasuk para Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Babinpotdirga.

Panglima TNI juga menjelaskan, untuk pasien terkonfirmasi positif tanpa gejala akan menjalani masa isolasi selama sepuluh hari dan setelah itu kembali menjalani tes usap antigen.

"Keputusan ada di bidan desa atau kepala puskesmas, kita mendampingi. Kontak erat juga dimasukkan ke dalam Si Lacak," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Ardimulyo, Kecamatan Singosari Sri Ratna Murti telah menyiapkan tim pelacakan kontak yang terdiri atas perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

"Mereka melakukan tracing kontak erat, misalnya dari keluarga yang positif ada lima, maka kami tes. Minimal lima. Itu yang sudah kita lakukan," ucapnya.

Tercatat, hingga saat ini di Kabupaten Malang ada sebanyak 9.539 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah itu, sebanyak 5.937 orang sembuh, 415 orang meninggal dunia, dan sisanya dalam perawatan. (antara/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler