Para Siswa Cahaya Rancamaya Harumkan Nama Jabar di OSN 2022

Minggu, 09 Oktober 2022 – 22:19 WIB
Rafif Dista Serano, siswa SMA Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School, sejak awal tidak menyangka akan berhasil meraih medali, apalagi emas OSN 2022. Foto tangkapan layar YouTube Pusat Prestasi Nasional

jpnn.com, JAKARTA - Siswa Cahaya Rancamaya berjaya di Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2022.

Dalam pengumuman yang disiarkan di kanal YouTube Pusat Prestasi Nasional pada Jumat, 9 Oktober 2022, empat siswa SMA Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School kembali berhasil mengukir prestasi di antara puluhan jawara lainnya dari seluruh Indonesia dalam ajang OSN 2022 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI).

BACA JUGA: 2 Siswa SMP Cahaya Rancamaya Meraih Medali KSN 2020

Dalam OSN SMA/MA tersebut perwakilan Sekolah Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School berhasil mempersembahkan 4 medali dari 5 siswa perwakilannya yang turut memperkuat tim olimpiade Provinsi Jawa Barat. 

Para siswa yang berhasil menyumbangkan medali tersebut di antaranya adalah Rafif Dista Serano dan Muhammad Luqman Hakim berhasil meraih medali emas untuk bidang studi kimia serta fisika.

BACA JUGA: Lagi, Siswa Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School Berprestasi Level Internasional

Selanjutnya ada Muhammad Ilham Alfarisi dan Baruna Adi Sanjaya yang berhasil menyumbangkan medali perunggu untuk bidang studi matematika serta kimia. 

Selain itu, M Zayyan Fairuz siswa SMP Sekolah Cahaya Rancamaya juga  berhasil meraih medali perak pada ajang OSN tingkat nasional jenjang SMP yang lebih dahulu diselenggarakan beberapa waktu  lalu.

BACA JUGA: Belajar Daring, Sekolah Rancamaya Tetap Tingkatkan Kemampuan Siswa Baca Alquran

Dr. Ari Rosandi, M.Pd selaku direktur Pendidikan Cahaya Rancamaya IBS mengatakan dengan perolehan 4 medali jenjang SMA dan medali tingkat SMP tersebut merupakan sebuah kebanggaan luar biasa.

Tidak hanya dirasakan para siswa, tetapi juga Sekolah Cahaya Rancamaya. Sebab, perolehan 2 medali emas tahun ini  menjadi pelengkap koleksi medali OSN tim OSCAR (Olympiad Squad of Cahaya Rancamaya) yang sudah berhasil diperoleh dalam kurun waktu enam tahun sejak sekolah Cahaya Rancamaya berdiri. 

Pencapaian itu tentunya bukanlah hal mudah diraih para siswa. Begitu banyak pengorbanan dan perjuangan yang harus mereka lakukan, seperti pengakuan Rafif Dista Serano.

Peraih medali emas bidang kimia itu sangat bersyukur, terharu sekaligus bahagia. Sejak awal dia tidak menyangka akan berhasil meraih medali, apalagi emas.

"Enggak menyangka, karena saat persiapan dan pelaksanaan OSN saya sempat sakit. Jadi, kurang maksimal saat mengerjakan soal," terangnya, Minggu (9/10). 

Namun, lanjutnya berkat doa tulus dari orang tua serta support dari teman-temannya, semua kini terbayarkan.

Selain doa dan dukungan dari orang tua dan teman-teman support yang maksimal dan luar biasa dari pembimbing, sekolah juga sangat berperan penting dalam meraih medali di ajang OSN ini, seperti yang disampaikan Muhammad Luqman Hakim.

Dia sangat bersyukur dilahirkan di era ilmu pengetahuan bisa diakses dengan mudah sehingga tidak ada alasan untuk malas belajar dengan alasan susah mendapatkan materi. 

"Kuncinya terus belajar dan meningkatkan kualitas litearsi terutama dalam bidang sains dan matematika," kata peraih medali emas bidang fisika ini.

Berbeda halnya dengan Baruna Adi Sanjaya, meskipun hanya memperoleh medali perunggu bidang kimia, tetapi tetap bersyukur.

Diceritakannya saat pelaksanaan seleksi OSN, Baruna masih duduk sebagai siswa SMP sehingga harus berkompetisi dengan para pelajar SMA yang notabene sudah memiliki pengalaman dan persiapan yang lebih maksimal.

Kendati demikian hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap berkompetisi dengan maksimal.

Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School memberi perhatian khusus terhadap minat dan bakat yang dimiliki setiap siswa-siswanya.

Ari Rosandi menjelaskan menyiapkan generasi muda tangguh masa depan Indonesia tidaklah mudah, tetapi menapakinya, memulainya menjadi sebuah keharusan di sekolah Cahaya Rancamaya.

Meningkatkan kemampuan untuk berpikir kritis (critical thinking) para siswa akan menjadi sarana di masa yang akan datang manakala mereka harus menyelesaikan segala macam problematika (solving problem) di tengah pergaulan masyarakat dunia. 

Lanjut Ari Rosandi, upaya meningkatkan kemampuan ini sejalan dengan ajang OSN Kemendikbudristek. Dia berharap talenta-talenta muda di dunia sains dan matematika ini akan menjadi modal besar bangsa Indonesia di masa akan datang serta mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang disegani di seluruh dunia. 

Ari Rosandi menambahkan bukan tidak mungkin, para talenta muda ini adalah bibit-bibit unggul masa depan Indonesia yang bakal meraih hadiah Nobel di berbagai bidang ilmu pengetahuan. 

"Yang tidak kalah penting karakter para talenta muda ini perlu diperkuat terus-menerus agar terjadi sinkronisasi antara akal dan kalbu dalam bersikap dan berperilaku sehari-hari," pungkasnya. (esy/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler